TOPIK
Kopi Sumsel
-
Petani kopi di Kabupaten Empat Lawang semakin lesu karena harga kopi kini mulai turun dibawah Rp 50 ribu per kilogram, Senin (23/6/2025).
-
Ia memilih untuk menyimpan terlebih dahulu sembari berharap harga jual biji kopi kembali naik.
-
Saat ini dari 24 kecamatan yang memiliki areal perkebunan kopi sudah ada yang sudah memasuki masa panen, namun ada juga yang belum.
-
Dirinya saat ini sedang gamang antara mau menjual kopi atau menahan dulu sambil berharap harga kopi kembali melabung.
-
Pasalnya, dalam sepekan terakhir harga Kopi dipasaran mulai merangkak turun akibat pasokan yang melimpah baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
-
Sudah memasuki masa panen namun harga kopi di Kabupaten Lahat, Sumsel malah terjun bebas. Kondisi ini jelas membuat petani kopi kecewa.
-
Walikota Ludi Oliansyah mengatakan, bahwa pelabuhan menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang proses ekspor.
-
Bahkan Kopi asal Sumatera Selatan (Sumsel) ternyata bisa terjual dengan harga Rp 2 juta per kg di Australia.
-
Pemerintah Kabupaten Lahat melakukan program peremajaan kopi, mengingat kopi menjadi komoditas utama di banyak desa.
-
Namun, saat ini para petani kopi di Pagar Alam mulai berinovasi dengan melakukan sambung pucuk.
-
Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan ngobrol santai sembari menghirup kopi Sumsel di ruangan Catalina Lanud SMH.
-
Pasalnya kondisi stok biji kopi juga meningkat mengingat sudah banyak petani yang mulai menjual hasil panen mereka.
-
Di balik label "Kopi Limas" yang mulai dikenal penikmat kopi, tersimpan dedikasi Iqbal dalam memahami seluk beluk dunia perkopian.
-
Bukan saja terus berinovasi mengembangkan varietas yang ada di Pagar Alam mulai dari Klon Besemah I sampai Besemah VI.
-
Pasalnya, selain lebih praktis. Tidur di ladang juga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti dari aksi pencurian ataupun hama binatang.
-
SMK Negeri 1 Jarai mengedukasi siswanya tentang kopi mulai dari pengenalan jenis biji kopi dan pemilihan calon benih kopi.
-
Ludi kini tengah gencar mengenalkan jenis kopi pertama di tanah besemah, yakni Arabika Yellow atau Kopi Yellow dengan nama Raden Kuning.
-
Sejak pertama kali terjun ke dunia kopi, Yogi memang ingin menghadirkan konsep yang sedikit berbeda dibandingkan pegiat kopi kebanyakan.
-
Daerah semendo memang dikenal dengan penghasil kopi robusta, kini terdapat potensi kopi arabika yang cukup menjanjikan.
-
Berawal dari penikmat kopi dan khawatir kopi asli Sumatera Selatan (Sumsel) semakin terpinggirkan, membuat Fajar kemudian gencar menyuarakan kopi
-
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman mengapresiasi atas digelarnya Kick Off Launching Kadin Expo
-
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru hadir secara langsung melepas Tim Jelajah Kopi saat Kick Off Kadin Sumsel Expo ke tiga di Transmart - P
-
Menurutnya yang menjadi permasalahan adalah petani yang memang tidak bisa menunggu buah sampai petik merah karena banyak faktor.
-
Jelajah kopi bertujuan untuk peningkatan ekonomi petani, pelestarian budaya lokal, mengedukasi petani dalam memaksimalkan Kopi Petik Merah
-
Kopi ini sudah mulai ditanam oleh satu seorang petani yang ada di Desa Langor Kecamatan Dempo Utara Kota Pagar Alam.
-
Biji kopi robusta di Empat Lawang yang dibeli oleh para tauke dari petani ternyata 80 persen dikirim ke Provinsi Lampung.
-
Jadi kalau dilakukan sesuai standar seperti petik merah, dilakukan pengeringan dan lain-lain rasanya pun akan timbul citra rasa kopi yang nikmat.
-
DJPb Sumsel juga mendukung kegiatan yang diadakan Tribun Sumsel bersama Kadin Sumsel berkolaborasi untuk mewujudkan Kopi Sumsel agar lebih dikenal.
-
Kopi petik merah di Kabupaten Empat Lawang saat ini masih terbatas, hanya ada berdasarkan pesanan saja.
-
Kopi Semende (Semendo,red) adalah salah satu jenis biji kopi unggul yang ada di Nusantara bahkan dunia.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved