Kopi Sumsel
Kopi Petik Merah di Empat Lawang Masih Terbatas, Baru Sebatas Pesanan Hotel
Kopi petik merah di Kabupaten Empat Lawang saat ini masih terbatas, hanya ada berdasarkan pesanan saja.
Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Kopi petik merah di Kabupaten Empat Lawang saat ini masih terbatas, hanya ada berdasarkan pesanan saja.
“Untuk petik merah itu sudah ada tapi itu untuk pangsa pasar tertentu karena berdasarkan pesanan biasanya untuk memenuhi pesanan hotel,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, Robinson.
Pemilik kebun kopi yang sudah melakukan petik merah diantaranya yakni di di Tebing Tinggi dan Pendopo.
“Tapi mereka ini masih berdasarkan pesanan pada saat masa panen hanya untuk pembeli tertentu,” ujarnya, Selasa (29/4/2025).
Baca juga: Sejarah Perjalanan Kopi Semende Hingga Masuk Jajaran Premium, Sudah Diekspor Hingga Mancanegara
Adapun secara umum masyarakat Kabupaten Empat Lawang saat ini cara melakukan pengelolaan kopinya masih secara tradisional.
Di mana, jika dalam 1 tangkai kopi sudah ada yang berwarna merah lalu buah kopi yang berwarna hijau sudah mengeras maka dalam 1 tangkai tersebut akan langsung dipetik semua.
“Saat ini masyarakat memetik buah kopi dalam 1 tangkai itu sudah hampir mendekati separuh atau lebih dari separuh merah biasanya langsung dipetik,” katanya.
“Sedangkan untuk pengelolaan kalau dulu masih banyak menggunakan mesin besar sekarang sudah banyak yang menggunakan mesin kecil 5 pk, 7 pk yang bisa dibawa ke kebun itu,” imbuhnya.
Diketahui perkebunan kopi di Kabupaten Empat Lawang tersebar di seluruh atau 10 kecamatan dengan luas sekitar 52.000 hektare lebih.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Masuk Masa Panen, Harga Kopi di Empat Lawang di Bawah Rp50 Ribu, Padahal Tahun Kemarin Rp70 Ribu/Kg |
|
|---|
| Kopi Arabika Raden Kuning Jadi Identitas Pagar Alam, Pemkot Upayakan Sertifikasi Indikasi Geografis |
|
|---|
| Harga Kopi di Empat Lawang Anjlok Hingga Rp 45 Ribu Perkilo, Para Petani Kini Harap-harap Cemas |
|
|---|
| Mendekati Masa Panen, Harga Kopi di Empat Lawang Malah Turun Jadi Rp 50 Ribu Perkilo |
|
|---|
| Kopi Sumsel dan Rahasia Stamina K.H. Tol'at Wafa Ahmad di Usia 67 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Kopi-Petik-Merah-di-Empat-Lawang-Masih-Terbatas.jpg)