TOPIK
Jari Bayi Terpotong Gunting di Palembang
-
Keluarga bayi AR menerima Rp 250 juta, kasus jari bayi terpotong di Palembang berakhir damai.
-
Kasus jari bayi terpotong di Palembang berakhir damai dengan jalur Restorative Justice (RJ), Senin (13/2/2023).
-
Update jari bayi terpotong di Palembang, keluarga korban sepakat damai anggap musibah, ini isi kesepakatan.
-
Jari bayi terpotong di Palembang kasusnya masih berlanjut, terungkap perawat DN ternyata bukan memakai gunting medis saat memotong perban.
-
Jari bayi terpotong di Palembang gagal tersambung, nasib bayi AR dipastikan cacat permanen.
-
Jari bayi terpotong di Palembang, operasi penyambungan gajal ujung jari putus membusuk.
-
DPRD Sumsel menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kasus Jari Bayi Terpotong dengan RS Muhammadiyah Palembang, Kamis (9/2/2023).
-
Jari bayi terpotong di Palembang kasus hukumnya masih bergulir, update kondisi perawat DN pasca ditahan polisi diungkap kuasa hukum Darmadi Djufri.
-
DN perawat gunting jari bayi di RS Palembang hari ini resmi ditahan mendapat respon dari keluarga korban jari bayi terpotong.
-
Perawat DN sebabkan jari bayi terpotong Palembang resmi ditahan hari ini, Kamis (9/2/2023). DN tak sengaja menggunting jari kelingking bayi.
-
Momen Pertemuan Perawat DN Dengan Keluarga Bayi yang Jarinya Terpotong di RS Muhammadiyah Palembang. Benarkah Kasus ini Berakhir Damai ?
-
DPW PPNI Sumsel akan mendampingi anggotanya oknum perawat D yang menyebabkan jari bayi terpotong di Palembang, tetap berharap jalan damai.
-
Perawat DN, yang tak sengaja memotong jari bayi di Palembang akhirnya bertemu dengan pihak keluarga korban.
-
Pihak Rumah Sakit Muhamadiyah Palembang angkat bicara terkait disebut tidak ada itikad baik perawat kepada korban bayi jari terpotong oleh perawat.
-
Momen perawat DN menemui keluarga jari bayi terpotong di Palembang, antara DN dan keluarga saling berangkulan, Selasa (7/2/2023).
-
Manajeman Rumah Sakit Muhammadiyah yang diwakili oleh dr. Susi menjelaskan jika mereka akan bertanggung jawab sampai bayi itu benar-benar sembuh total
-
Tangani kasus jari bayi terpotong di Palembang, pengacara kondang Hotman Paris mengungkap pasal hukum dan ancaman hukuman pada oknum perawat.
-
Status perawat dari RS Muhammadiyah Palembang yang buat jari bayi terpotong ternyata hanya dinonaktifkan dari tugasnya saat ini.
-
Klarifikasi pihak manajemen RS Muhamadiyah Palembang akhirnya angkat bicara terkait kejadian jari bayi yang terpotong oleh perawat.
-
Adapun alasan Sri Wahyuni dan Suparman menolak perdamaian lantaran tak terima anaknya menjadi cacat seumur hidup akibat ulah perawat yang lalai
-
Karena harus menerima anaknya cacat seumur hidup dan tak ada itikad baik dari perawat yang memotong jari putrinya.
-
Sri Wahyuni mengatakan, jika usai kejadian sang perawat yang tak sengaja memotong jari bayinya tersebut tak pernah datang untuk menemuinya.
-
Orangtua bayi yang jarinya terpotong mengeluhkan nasib anak mereka ke Dokter Richard Lee soal masa depan sulit bekerja dengan keadaan tangan cacat
-
Jari Bayi Terpotong di Palembang, Alasan Polisi Tak Tahan Perawat RS Muhammadiyah Meski Tersangka
-
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhammad Ngajib menjelaskan alasan polisi belum menahan DN karena masih memantau kondisi sang perawat.
-
Orang Tua dari bayi yang menjadi korban jarinya terpotong gunting ulah perawat tolak menyelesaikan kasus dengan jalur damai. tak terima anaknya cacat
-
Bayi yang jarinya putus karena terpotong oleh perawat saat mengganti selang infus hanya demam ketika dibawa ke rumah sakit Muhammadiyah Palembang.
-
Suparman (37), orang tua dari bayi yang jarinya putus di Palembang, menceritakan bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi.
-
Dokter Richard Lee akhirnya mendatangi Rumah Sakit Palembang menemui bayi yang menjadi korban malapraktik di RS Palembang, Sumatera Selatan.
-
Sri Wahyuni, ibu dari bayi yang jarinya terpotong curhat meminta keadilan kepada Hotman Paris 911 untuk membantu menangani kasus anaknya.