OPINI
Dari Kerinci ke OKU Selatan: Warisan Kopi Indonesia untuk Dunia
Petani kopi harus mengubah pola pikir—dari sekadar "tanam dan tunggu" menjadi "merawat secara berkala" dengan hati.
Pertama, mempermudah akses perjalanan dan perizinan. Banyak sentra kopi di OKU Selatan yang terisolasi dengan infrastruktur jalan yang buruk. Ini menghambat distribusi hasil panen dan meningkatkan biaya logistik.
Kedua, memfasilitasi sertifikasi dan branding kopi lokal. Varietas lokal seperti "Melancar" di Mekakau Ilir harus segera didaftarkan dan disertifikasi agar memiliki identitas resmi. Dengan branding yang kuat, kopi OKU Selatan bisa menembus pasar premium, baik nasional maupun internasional.
Ketiga, memastikan ketersediaan pupuk subsidi dan alat pengolahan pascapanen. Kelangkaan pupuk adalah masalah serius yang harus segera diatasi. Selain itu, bantuan alat pengering mekanis (dryer) akan sangat membantu petani mengatasi kendala cuaca dan menjaga kualitas biji kopi.
Penutup: Kopi adalah Cermin Peradaban
Dari Kerinci hingga OKU Selatan, dari Indonesia ke dunia—kopi adalah cermin peradaban. Ketika petani kecil di kaki Gunung Kerinci bisa menghasilkan biji yang dinikmati di kafe-kafe Tokyo, Kairo dan Amerika, itu bukan sekadar transaksi dagang. Itu adalah martabat yang dibangun setangkai demi setangkai.
Kami percaya OKU Selatan memiliki potensi yang tidak kalah dengan Kerinci. Dengan dukungan geografis yang ideal, varietas lokal yang khas, dan semangat petani yang tinggi, tidak ada alasan bagi kopi OKU Selatan untuk tidak mendunia.
Namun, semua itu hanya akan terwujud jika ada kolaborasi yang erat antara petani, pengusaha, dan pemerintah. Jika hal ini dijaga bersama, ia akan menjadi warisan yang tak ternilai—dari Kerinci ke OKU Selatan, dari Indonesia ke dunia.(*)
Baca juga: Purbaya Effect di Tengah Tiga Kegelapan Ekonomi
Baca juga: Kopi Tebat Benawa, Kolaborasi PT Pusri Kembangkan Hasil Tani di Gunung Dempo Pagar Alam
Baca juga: Dorong Hilirisasi, Kemenperin Siap Sulap Kopi Pagar Alam Jadi Produk Industri Unggulan
Baca juga: OPINI - Beli Hasil Panen Sampai Pasar Ekspor: Model Baru Pemberdayaan Nelayan dan Petani
JelajahKopiSumsel
#KopiSumsel
Opini Tribun Sumsel
Dari Kerinci ke OKU Selatan: Warisan Kopi Indonesi
Tribunsumsel.com
Tribunnews.com
| Purbaya Effect di Tengah Tiga Kegelapan Ekonomi |
|
|---|
| Pemberlakuan PP TUNAS: Memutus Rantai Adiksi, Menjemput Masa Kecil yang Hilang |
|
|---|
| Ekonomi Pasca Ramadan 2026, Tren Mudik dari Tahun ke Tahun, dan Ketidakpastian Ekonomi Global |
|
|---|
| Generasi Pemburu Diskon Era Digital: Canggih Teknologi Namun Cermat Berbelanja |
|
|---|
| Makan Bergizi Gratis Beneran Jangan Asal Kenyang, Berikut Contoh Menu dengan Budget Rp 10 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/foto-bersama-menikmati-kopi.jpg)