Berita Musi Rawas

Teror Diduga Harimau Resahkan Warga Muratara, 10 Kerbau Jadi Mangsa, 8 Mati Dengan Luka Cabikan

Teror tersebut telah berlangsung sejak sekitar empat bulan terakhir atau sejak akhir tahun 2025.

Tayang:
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Camat Ulu Rawas
TEROR HARIMAU - Tim dari BKSDA dan TNKS saat melakukan peninjauan lokasi kemunculan hewan buas diduga Harimau di wilayah Desa Kuto Tanjung Kecamatan Ulu Rawas Muratara. 

Ringkasan Berita:
  • Teror diduga harimau resahkan warga Desa Kuto Tanjung, Muratara, sejak 4 bulan terakhir.
  • Sebanyak 10 kerbau milik warga menjadi mangsa, 8 di antaranya ditemukan mati dengan luka cabikan.
  • Warga diminta waspada, sementara pihak terkait masih berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS – Warga Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, diresahkan oleh teror hewan buas yang diduga harimau.

Teror tersebut telah berlangsung sejak sekitar empat bulan terakhir atau sejak akhir tahun 2025.

Sedikitnya 10 ekor kerbau milik warga dilaporkan menjadi mangsa, dengan delapan ekor ditemukan mati akibat luka cabikan, sementara dua lainnya selamat namun mengalami luka gigitan dan cakar.

Camat Ulu Rawas, Darmawan, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Minggu (26/4/2026).

Ia mengatakan, serangan pertama terjadi sebelum akhir tahun lalu, ketika dua ekor kerbau milik warga dimangsa.

“Setelah itu sempat berhenti, lalu kembali terjadi setelah Lebaran hingga sekarang. Total sudah 10 ekor kerbau yang diserang,” ujarnya.

Baca juga: Usai Petani di Musi Rawas Tewas Diterkam Harimau, BKSDA Temukan Banyak Jejak di Sekitar Lokasi

Baca juga: Pasca Serangan Harimau di Musi Rawas, Warga Takut Beraktivitas, Kini Berharap Ada Upaya Penanganan

Darmawan memastikan hewan buas tersebut diduga kuat harimau.

Hal ini diperkuat oleh kesaksian warga yang mengaku melihat langsung hewan tersebut, serta ditemukannya jejak kaki di sejumlah lokasi.

“Beberapa warga melihat langsung saat pulang dari kebun. Selain itu, juga ditemukan banyak jejak kaki yang mengarah ke harimau,” katanya.

Pemerintah setempat telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan pihak Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Tim dari kedua instansi tersebut bahkan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Hasil sementara, ditemukan banyak jejak kaki dan diperkirakan jumlahnya lebih dari satu ekor,” jelas Darmawan.

Meski demikian, hingga kini pihak kecamatan masih menunggu tindak lanjut dari hasil pengecekan tersebut, termasuk kemungkinan pemasangan perangkap atau langkah penanganan lainnya.

Darmawan menambahkan, lokasi serangan berada cukup jauh dari permukiman warga. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga ternak.

“Kami mengimbau warga agar lebih berhati-hati dan memastikan ternak dikandangkan demi menghindari kerugian lebih lanjut,” tutupnya.

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved