Berita Lubuklinggau

Niat Mandi Bersama Teman, Pelajar SMP di Lubuklinggau Tewas Terseret Arus Bendungan Watervang

Inova Siregar, seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Lubuklinggau, Sumsel, tewas tenggelam

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Moch Krisna
Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
TEWAS TENGGELAM : Warga saat melakukan pencarian korban tenggelam Irfan Nopri di bendungan Watervang Lubuklinggau. 

Ringkasan Berita:
  • -Irfan Nopri (13) meninggal dunia setelah melompat dari jembatan dan terseret arus deras di Dam Irigasi Bendungan Watervang, Lubuklinggau.
  • Jenazah korban ditemukan oleh warga dan petugas sekitar 500 meter dari lokasi awal setelah dilakukan pencarian selama tiga jam.
  • Pihak keluarga menolak dilakukan visum dan langsung membawa jenazah ke rumah duka di Kelurahan Taba Koji karena menerima kejadian sebagai takdir.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU – Irfan Nopri, seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Lubuklinggau, Sumsel, tewas tenggelam.

Bocah berusia 13 tahun ini tewas tenggelam saat mandi di Dam Irigasi Bendungan Watervang, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Minggu (26/4/2026).

Ia ditemukan setelah tiga jam pencarian, berjarak sekitar 500 meter dari lokasi awal ia dinyatakan tenggelam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban bersama dua temannya, Rafa Saputra dan Dimas Bramantyo, berniat mandi di Bendungan Watervang.

Ketiganya berangkat dari rumah di Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, dengan menaiki angkot.

Setibanya di Bendungan Watervang, Inova dan kedua temannya itu langsung menuju aliran Dam Irigasi di sebelah kanan Bendungan Watervang.

 Irfan Nopri langsung membuka bajunya, kemudian melompat dari atas jembatan Dam.

Setelah melompat, tubuhnya langsung terseret derasnya arus sungai dan tenggelam.

Kedua temannya yang melihat kejadian itu langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Karena situasi ramai, warga pun langsung membantu proses pencarian.

Warga setempat berupaya melakukan pencarian dan sebagian lagi langsung melapor ke polisi serta BPBD Lubuklinggau.

Setelah tiga jam proses pencarian, akhirnya jenazah korban berhasil ditemukan sekitar 500 meter dari tempat awal ia mandi.

Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Rodiman, menyampaikan bahwa korban ditemukan oleh masyarakat yang ikut melakukan pencarian di dekat pintu Dam Irigasi.

"Kurang lebih lokasi korban ditemukan jaraknya 500 meter dengan kondisi sudah meninggal dunia, tengkurap dalam air," ujarnya.

Lanjutnya, setelah ditemukan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Kelurahan Taba Koji.

"Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dibawa pihak keluarga pulang ke rumah dan tidak dilakukan visum di rumah sakit. Keluarga menerima karena itu bagian dari takdir," ungkapnya.

(*)

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved