Pemilihan Walikota Palembang 2024

Lembaga PUTIN Keluarkan Survei Terbaru Pilkada Palembang, 2,90 Persen Pemilih Belum Tentukan Pilihan

Dibandingkan survei PUTIN pada Januari 2024, semua kandidat terutama calon walikota yang kini telah menjadi Paslon, mengalami kenaikan.

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Arief Basuki Rohekan
Pemaparan Hasil Survei - Lembaga PUTIN Keluarkan Survei Terbaru Pilkada Palembang, 2,90 Persen Pemilih Belum Tentukan Pilihan 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Lembaga Riset Public Trust Institute (PUTIN) mengeluarkan hasil survei terbarunya di Pilkada Palembang 2024.

Berdasarkan hasil surveinya Ratu Dewa - Prima Salam (RD-PS) masih unggul dalam raihan elektabilitas.

Survei PUTIN Riset dilaksanakan pada tanggal 1 sampai dengan 8 November 2024, dengan sebanyak 600 responden tersebar di 60 kelurahan di 18 Kecamatan, dengan metode penarikan sampel multi stage random sampling.

Margin error survei ini sebesar 4 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen, melalui teknik pengumpulan data wawancara tatap muka langsung dengan responden menggunakan kuisioner terukur.

"Hasil survei yang kita lakukan elektabilitas RD-PS masih kokoh diangka 52,70 persen diikuti Fitri - Nandri 31,70 persen, Yudha - Bahar 12,70 persen. Sementara yang belum tentukan pilihan sebesar 2,90 persen,"kata Direktur Eksekutif PUTIN Riset Dr. Pahrudin HM, Rabu (14/11/2024).

Dibandingkan survei PUTIN pada Januari 2024, semua kandidat terutama calon walikota yang kini telah menjadi Paslon, mengalami kenaikan.

Dia juga menjelaskan dalam survei kali ini PUTIN juga melengkapi surveyor dengan contoh kertas suara, sehingga memudahkan responden dalam menjawab pertanyaan.

Menurut Fahruddin ada 3 faktor utama, menjadikan elektabilitas RDPS cukup jauh menggungguli dua pasangan lainnya, hingga saat ini. 

"Alasan paling tinggi dalam menentukan pilihan adalah karena program yang ditawarkan sebesar 35,30 persen, kemudian orangnya merakyat atau figur sebesar 23,20 persen dan berpengalaman sebagai pejabat di lingkungan Pemkot Palembang sebesar 7,20 persen,"terang Dosen Universitas Nurdin Hamzah Jambi ini.

Ada beberapa permasalahan yang menjadi perhatian masyarakat Kota Palembang untuk menjadi PR diantaranya harga kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan, kemiskinan, infrastruktur dan kualitas pendidikan.

Disisi lain ia menerangkan, meski ada tiga kali debat publik yang dilakukan KPU sebelum pencoblosan, namun nyatanya tidak berpengaruh dalam.

Pilihan masyarakat, karena sudah sekitar 70 persenan masyarakat sudah menentukan pilihannya. 

"Debat publik yang nonton sekitar 6 persen, artinya dampak debat tidak mengefek untuk menentukan pilihan masyarakat, dimana juga pilihan masyarakat sudah cukup tinggi 69 hingga 70 persenan, " jelasnya. 

Baca juga: LSI Keluarkan Hasil Survei Terbaru Usai Debat Perdana Pilgub Sumsel, Diprediksi Tak Banyak Berubah

Baca juga: Lembaga SPIN Keluarkan Hasil Survei Terbaru di Pilkada Palembang, Berikut Peta Kekuatan Para Paslon

Ditambahkan Fahruddin, dengan sisa waktu tinggal beberapa hari lagi, akan sulit terjadi pergeseran pemilih kedepan, kecuali ada hal- hal luar biasa atau sunami yang menimpah pasangan calon tertentu seperti terkena masalah hukum dan sebagainya. 

"Dengan waktu minin ini sangat sulit untuk perubahan signifikan, apalagi 70 persenanan pemilih sudah menentukan sikap. Perubahan sangat mungkin terjadi signifikan di 3 bulan masa kampanye, tapi dengan angka seperti ini tidak ada signifikan termasuk penuruan dari kandidiat, " tukasnya, seraya dalam hal ini isu gender tidak berpengaruh banyak dalam Pilkada Palembang

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved