Berita OKU Selatan

Ngaku Dukun Bisa Tarik Harta Karun, Pria di OKUS Tipu Korban Puluhan Juta, Emas yang Didapat Palsu

Joko Prastyo (27) yang tercatat sebagai warga Kecamatan Banding Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) berhasil menipu korbannya.

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Slamet Teguh
Sripoku.com/ Alan Nopriansyah
Terlapor Joko Prastyo (27), pria yang ngaku dukun di Kecamatan Banding Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) diamankan oleh kepolisian Satreskrim Polres OKU Selatan. 

Berbekal laporan dari korbannya, terlapor berhasil diringkus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan mendekam di ruang tahanan Polres OKU Selatan.

"Jadi modus terlapor ini, berpura-pura sebagai orang yang bisa menarik harta karun, namun dengan syarat meminta uang kepada calon korban," terang Ipda Doni, Jumat (28/6).

Menurutnya, korban tak menaruh curiga atas kejadian tersebut, karena korban pernah mengobati anaknya kepada pelaku dan sembuh.

Kepercayaan itu bertambah setelah keduanya berhasil menemukan emas batangan yang ternyata palsu itu.

Setelahnya, lanjut Ipda Doni bahwa terlapor mengaku pada korban memiliki kenalan bos perhiasan bahwa emas dan berlian temuannya itu seharga 2.5 Milyar.  

Namun saat mengaku akan pergi negosiasi harga terlapor beralasan transaksi ditunda karena calon pembeli mengalami kecelakaan.

Bahkan, untuk mempercepat transaksi jual beli terlapor meminta sejumlah uang untuk operasi calon pembeli.

"Yang pertama korban menyerahkan uang Rp 2 juta, kemudian Rp 19 juta, setelahnya kembali meminta uang sebesar Rp 52 juta,"terangnya.

Sandiwara terlapor terbongkar, setelah korban mendesak terlapor untuk menjual ke toko emas lainnya di kawasan Simpang Sender.

Disana, emas dan berlian itu tak diterima oleh toko emas karena palsu, hingga korban yang geram membuat laporan.

Sementara Joko, saat diwawancara pasca diamankan di Polres OKU Selatan mengaku sudah lebih dari 3 bulan merencanakan aksinya tersebut. 

Joko mengaku secara diam-diam menanam emas batangan palsu di kebun Korban, sebelum mengaku dapat menemukan harta karun.

Sebelumnya, anak korban pernah berobat dan sembuh, 

"Emas palsu tersebut saya tanam di kebun korban kurang lebih selama 3 bulan, saya mempengaruhinya yang memang sebelumnya anaknya pernah berobat dan sembuh," ujar Joko.

Joko juga mengaku uang yang diminta kepada korban untuk membeli minyak untuk proses ritual seharga Rp 2 juta. "Saya minta uang Rp 2 juta untuk beli minyak,"katanya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved