Wali Siswa Ketapel Guru SMA di Bengkulu

Keluarga Guru Diketapel Wali Murid Tak Terima Mata Ayah Cacat Permanen, Minta Pelaku Donor Mata

Anak Zaharman, guru SMAN 7 Rejang Lebong korban penganiayaan wali murid muncul buka suara mata ayah terancam cacat permanen.

|
Kolase Tribunsumsel.com/ Dok. Pribadi/ Tribun Bengkulu
Keluarga Guru Diketapel Wali Murid Tak Terima Mata Ayah Cacat Permanen, Minta Pelaku Donor Mata 

TRIBUNSUMSEL.COM - Anak Zaharman, guru SMAN 7 Rejang Lebong korban penganiayaan wali murid muncul buka suara mata ayah terancam cacat permanen.

Hal ini diungkap Mubdi anak Zaharman saat dihubungi Tribunsumsel.com, pada Minggu (6/8/2023).

Zaharman sebagai korban sudah mengikhlaskan bila matanya buta dan menganggap hal ini adalah bagian dari takdir.

Namun, sebagai seorang anak Mubdi tidak terima sang ayah diperlakukan dengan cara demikian hingga mengalami cacat permanen.

Bahkan cerita Mubdi ayahnya tidak pernah berpikir sedikit pun untuk mengambil langkah hukum terkait peristiwa malang yang menimpanya.

"Bapak (tidak ada dendam) no komen, satu kata pun tidak ada (menyuruh dipenjarakan) atau apa, dia mengatakan sudah takdir," cerita Mubdi.

Masa lalu wali murid, AJ aniaya guru di SMA Rejang Lebong pakai ketapel terungkap.
Wali murid, AJ aniaya guru di SMA Rejang Lebong pakai ketapel terungkap. (Kompas.com/TribunBengkulu)

Meski begitu, Mubdi meminta proses hukum tetap berjalan.

Dijelaskannya bahwa yang melaporkan wali murid tersebut pihak sekolah bukan pihak keluarganya.

"Proses Hukum Tetap Jalan, kemarin yang melaporkan adalah pihak sekolah dengan PGRI Rejang Lebong, kami keluarga belum ada sama sekali melapor ke Polisi. Yang melaporkan pihak sekolah dibantu pihak PGRI (Rejang Lebong)," ungkapnya.

Baca juga: Alasan Wali Murid Kabur Usai Ketapel Guru Hingga Buta Ngaku Ketakutan Disiksa Polisi: Saya Menyesal

Mubdi mengaku pihak keluarga tidak mempunyai rasa dendam sama sekali, hanya saja pihaknya sebagai anak dan keluarga melihat ayahnya cacat seumur hidup.

Menurutnya, mata susah untuk disembuhkan, bahkan Mubdi menawarkan pelaku untuk mendonorkan matanya kepada sang ayah.

"Kalau luka jahitan taroklah bisa sembuh, patah bisa diobati, kalau mata? Kalau pelaku mau donor matanya tidak apa-apa," ungkapnya.

Tangis Penyesalan Wali Murid Ketapel Guru Hingga Buta, Ngaku Emosi Anak Ditendang: Takut Pak
Tangis Penyesalan Wali Murid Ketapel Guru Hingga Buta, Ngaku Emosi Anak Ditendang: Takut Pak (M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu.com - Dok Pribadi)

Seperti diketahui, aksi wali murid yang ketapel guru, Zaharman hingga buta terjadi pada Selasa (1/8/2023).

Saat ini pria berusia 58 tahun itu masih menjalani proses pemulihan di Rumah Sakit Ar Bunda Lubuklinggau pasca menjalani operasi.

Baca juga: Alasan Pratiwi Noviyanthi Rela Berhenti dari Pramugari dan Pilih Bantu ODGJ, Ingat Pesan Ibu

Minta Pelaku Dihukum Seberatnya

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved