Wali Siswa Ketapel Guru SMA di Bengkulu

Alasan Wali Murid Kabur Usai Ketapel Guru Hingga Buta Ngaku Ketakutan Disiksa Polisi: Saya Menyesal

Alasan EJ wali murid kabur usai penganiayaan guru SMAN 7 Rejang Lebong hingga buta.

|
Kompas.com/TribunBengkulu
Alasan Wali Murid Kabur Usai Ketapel Guru Hingga Buta Ngaku Ketakutan Disiksa Polisi: Saya Menyesal 

TRIBUNSUMSEL.COM - Alasan EJ wali murid kabur usai penganiayaan guru SMAN 7 Rejang Lebong hingga buta terungkap.

Setelah tepat lima hari menghilang usai penganiayaan terhadap guru, akhirnya wali murid yang jadi tersangka menyerahkan diri ke polisi.

Adapun alasan Ej melarikan diri bersembunyi di kawasan perkebunan di Kecamatan Binduriang karena panik setelah ketapel guru tersebut.

Ej pula mengaku ketakutan menerima kekerasan fisik dari kepolisian usai menganiaya guru.

"Takut pak, takut dipukul polisi pak," ungkap EJ sambil menangis saat diwawancarai, TribunBengkulu.com.

Atas perbuatannya pula Ej mengaku menyesal dan meminta maaf kepada korban atas kejadian tersebut hingga mengalami kebutaan.

"Menyesal sekali pak, aku mohon maaf yang sebesar-besarnya," terangnya.

(kiri) Pelaku EJ (45) kasus penganiayaan guru saat digiring saat konfrensi pers, Minggu (6/8/2023) dan (kanan) Zaharman guru SMA N Bengkulu. Wali Murid Aniaya Guru SMA di Rejang Lebong Pakai Ketapel Hingga Buta, Kini Terancam 16 Tahun Penjara
(kiri) Pelaku EJ (45) kasus penganiayaan guru saat digiring saat konfrensi pers, Minggu (6/8/2023) dan (kanan) Zaharman guru SMA N Bengkulu. Wali Murid Aniaya Guru SMA di Rejang Lebong Pakai Ketapel Hingga Buta, Kini Terancam 16 Tahun Penjara (M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu.com)

AJ mengaku emosi hingga ketapel guru lantaran anaknya ditendang oleh oknum guru tersebut.

"Anak saya ditendang, langsung emosi pak," jelas EJ.

Diketahui, aksi wali murid yang ketapel guru, Zaharman hingga buta terjadi pada Selasa (1/8/2023).

Baca juga: Alasan Pratiwi Noviyanthi Rela Berhenti dari Pramugari dan Pilih Bantu ODGJ, Ingat Pesan Ibu

Selama beberapa hari, EJ bersembunyi dengan berpindah-pindah tempat. Bahkan ketapel yang digunakan oleh tersangka menghilang karena terjatuh saat melarikan diri.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Juda T Tampubolon SH SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong, Iptu Denyfita Mochtar STr K membenarkan hal tersebut.

Selama pencarian yang dilakukan oleh pihaknya ini diketahui memang tersangka berpindah-pindah.

Tangis Penyesalan Wali Murid Ketapel Guru Hingga Buta, Ngaku Emosi Anak Ditendang: Takut Pak
Tangis Penyesalan Wali Murid Ketapel Guru Hingga Buta, Ngaku Emosi Anak Ditendang: Takut Pak (M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu.com - Dok Pribadi)

Maka dari itulah pihaknya sempat kesulitan menangkap tersangka. Adapun rute pelarian tersangka ini setidaknya tujuh titik mulai dari seusai kejadian hingga menyerahkan diri.

"Ada tujuh titik rute pelarian tersangka hingga akhirnya menyerahkan diri," ujar Kasat. Dilansir TribunBengkulu.com.

Baca juga: Curhat Anak Wali Murid Ketapel Guru, Pasrah Ayah Terancam 16 Tahun Penjara: Mental Saya Hancur

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved