Liputan Khusus Tribun Sumsel
Perang Baleho Kandidat Walikota Palembang, Pengamat Politik: Ada Kandidat Menonjol dan Populer-2
Perang baleho kandidat Walikota Palembang, Pengamat Politik Unsr Dr Febrian ungkap ada kandidat menonjol dan populer.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Febrian mengungkapkan, meski momen Pilkada Kota Palembang masih tahun depan pelaksanaannya, namun ia menilai ada sejumlah kandidat yang menonjol untuk nantinya bertarung di Pilkada November 2024, berdasarkan hasil analisis popularitas kandidat yang ada.
Dari beberapa nama seperti Wakil Walikota (Wawako) sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Palembang Fitrianti Agustinda, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Palembang Ratu Dewa, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sumsel Basyaruddin Akhmad, mantan Sekda Sumsel H Nasrun Umar (HNU).
Kemudian ada eks Ketua Partai Gerindra Palembang saat ini masih menjabat Ketua Fraksi Gerindra DPRD Palembang Akbar Alfaro, Ketua DPC Partai Demokrat Palembang Yudha Pratomo Mahyudin, Ketua DPRD Palembang Zainal Abidin, Ketua DPC PDIP Palembang Yulian Gunhar, Ketua DPD Golkar Palembang M Hidayat, Ketua DPD PKS Palembang Badaruddin, dan Charma Afrianto nama baru yang disebut-sebut juga akan meramaikan Pilkada Palembang.

Febrian mengungkapkan nantinya dari nama- nama yang beredar akan ada sekitar 6 hingga 7 nama kandidat yang akan mengerucut, mengingat gerakan mereka yang intens saat ini.
Menurut Febrian kalau melihat minat akan maju banyak, ada yang sudah lama mempersiapkan untuk maju Pilkada, tapi sekarang belum mengerucut, karena tiket untuk maju harus dapat dukungan partai atau perseorangan.
"Seperti Akbar Alfaro terdepak dari partainya, lalu Yudha yang menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Palembang, bahkan beberapa nama belum punya partai. Hanya Wawako yang punya partai, HNU dan Dewa belum termasuk Basyarudin belum punya. Jadi masih terbuka lebar untuk siapa yang punya kesempatan sebagai calon," katanya.
Baca juga: LIPSUS: Perang Baleho Tebar Pesona, Kandidat Walikota Palembang Semai Popularitas -1
Diungkapkan Dekan Fakultas Hukum Unsri ini, dari nama yang ada pastinya setiap kandidat memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk track record kandidatnya sendiri akan jadi pertimbangan.
"Itu biasanya berpengaruh, bagaimana yang sudah dilakukannya di mata masyarakat Palembang, di samping kepemimpinan masing- masing, jadi plus minus ada kelebihanlah. Seperti Sekda Palembang saat ini, jika diikuti orang-orang itu (kandidat) maka ada kemungkinan akan, menang tapi kan Pilkada masih lama. Jadi popularitas dan elektabikitas harus ditingkatkan oleh para kandidat," paparnya.
Berdasarkan pengematannya Febrian merinci keunggulannya beberapa kandidat, seperti Fitrianti keunggulannya di samping menjabat wawako Palembang, ia juga sosok perempuan yang bisa mewakili suara kaum emak-emak maupun perempuan dan selama ini punya simpatik.
Ratu Dewa mampu bermasyarakat dengan sifat lembut jadi keunggulan, dan ia tidak ada masalah hukum selama ini, yang dianggap memiliki kepiawaannya memimpin ASN Palembang.
Ratu Dewa memiliki elektabilitas tinggi karena bisa memanfaatkan Media Sosial yang sangat berpengaruh untuk dukungan jangka panjang, dimana kandidat lain lemah tidak memanfaatkannya baik Instagram dan tiktok atau Facebook yang mengenai ke rakyat.
"Image ke Ratu Dewa mau turun, mampu menyelesaikan persoalan secara langsung ini terlihat di medsosnya, dan masif yang bisa dilihat masyarakat Palembang khususnya kaum millenial, " bebernya.
Yudha Pratomo pernah nyalon Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel bersama Ishak Mekki, sehingga ada kemampuan untuk menyampaikan program, tapi tetap ditunggu apa yang akan disampaikan Yudha untuk memimpin Palembang.
HNU dinilai sosok yang terkesan memiliki ketegasan selama menjadi ASN dan Sekda, tapi yang itu bisa juga menjadi plus minus nantinya, ada yang memilih atau tidak untuk pemimpin yang tegas, semuanya tergantung masyarakat melihat dan memilih nanti.
Basyarudin, selama ini melakukan kampanye dengan branding baleho untuk posisi Basyarudin dengan jembatan kepala dinas Sumsel dilihat dan jabatan yang diminati masyarakat Palembang
Liputan Khusus Tribun Sumsel
Lipsus Tribun Sumsel Kandidat Walikota Palembang
Kandidat Walikota Palembang
Aku Lokal Aku Bangga
Lokal Bercerita
Menatap 2023
Berita Palembang Hari Ini
Tribunsumsel.com
Pemilik Kafe Kopi di Palembang Tertolong Momen Buka Bersama, Harga Kopi Tembus Rp 52 Ribu Per Kg -3 |
![]() |
---|
Harga Kopi Rp 52 Ribu Per Kg Termahal Sepanjang Sejarah, Kini Ramai-ramai Beli Emas -2 |
![]() |
---|
LIPSUS : Bisnis Kafe Kopi Gulung Tikar, Harga Kopi Tembus Rp 52 Ribu Per Kg -1 |
![]() |
---|
Pajak Hiburan 40-75 Persen Berlaku Bakal Matikan Usaha, GIPI Sumsel Ajukan Gugatan ke MK -2 |
![]() |
---|
LIPSUS: Pengunjung Karaoke Kaget Tarif Naik, Pajak Hiburan 40-75 Persen Berlaku -1 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.