Karhutla Sumsel

Lipsus : 25 Hotspot Kepung Sumsel, BMKG Ingatkan Ancaman Kemarau Transisi & Potensi Cuaca Ekstrem 

Alarm kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) resmi berbunyi. 

Tayang:
Penulis: Fajri Ramadhoni | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/NotebookLM
ILUSTRASI - 25 Hotspot Kepung Sumsel, BMKG Ingatkan Ancaman Kemarau Transisi & Potensi Cuaca Ekstrem  

Lonjakan titik panas sempat terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Kepala BPBD Muratara, Hasbi Hasidqi, menyampaikan bahwa pada Jumat (29/5/2026) lalu, wilayahnya sempat mencatat hingga 40 titik panas dalam satu hari. Kemunculan titik panas tersebut diduga kuat berasal dari aktivitas pembukaan lahan perkebunan oleh warga dengan cara dibakar.

"Kemarin hotspot sempat tinggi, ada sekitar 40 titik. Namun setelah itu langsung turun ke angka lima titik, artinya api cepat padam. Kemungkinan skalanya kecil seperti pembakaran lahan kebun yang setelah selesai langsung mati," ungkap Hasbi, Kamis (4/6/2026).

Saat ini, sisa titik panas mayoritas terpantau di wilayah Kecamatan Rawas Ilir. Hasbi menjelaskan, hampir seluruh kecamatan di Muratara masuk kategori rawan karhutla karena kondisi vegetasi yang cenderung mengering. Beberapa wilayah seperti Rawas Ilir,

Nibung, Karang Dapo, dan Rupit bahkan memiliki hamparan lahan gambut yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran yang sulit dipadamkan.

BPBD Muratara kini tengah menyiapkan surat edaran kesiapsiagaan mengingat wilayahnya sedang berada dalam fase transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Terlebih, adanya ancaman fenomena iklim ekstrem El Nino yang diprediksi terjadi pada rentang Juni hingga Agustus 2026.

"Kami berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Muratara, meminta titik koordinat konsesi mereka agar bersama-sama siaga melakukan antisipasi," tegas Hasbi.

Baca juga: Antisipasi Karhutla, BPBD OKU Timur Pantau Titik Panas Lewat Aplikasi Sipong

Baca juga: Semak Belukar Mulai Terbakar, Warga Lubuklinggau Diimbau Siaga Karhutla, ini Wilayah Rawan Kebakaran

Di Muba, Kebakaran Lahan Nyaris Merembet ke Perumahan

Ancaman karhutla secara riil sudah mulai terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Sebanyak 1 hektare lahan semak belukar di sekitar Perumahan Kurma Village, Jalan Sekayu-Muara Teladan, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, hangus terbakar pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 18.50 WIB.

Kebakaran tersebut sempat memicu kepanikan luar biasa bagi warga sekitar karena posisi kobaran api berada sangat dekat dengan area perumahan.

Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, menyatakan bahwa setelah menerima laporan dari warga, pihaknya langsung menerjunkan tim piket beserta armada pemadam ke lokasi kejadian guna melakukan lokalisasi api.

"Saat tim menuju lokasi, api mulai membesar. Prioritas utama kami saat itu adalah memastikan lidah api tidak merambat ke permukiman dan membahayakan masyarakat," kata Marko.

Setelah berjibaku melawan kobaran api selama kurang lebih 1,5 jam, tim BPBD Muba akhirnya berhasil memadamkan api secara total pada pukul 20.30 WIB. Penyebab pasti kebakaran lahan semak belukar ini masih dalam tahap penyelidikan petugas di lapangan.

Banyuasin Petakan Zona Hijau dan Bentuk 153 MPA

Berbeda dengan wilayah tetangga, Kabupaten Banyuasin sejauh ini dilaporkan masih bersih dari sebaran titik panas. Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin enggan gegabah dan memilih mencuri start dalam melakukan langkah pencegahan dini.

Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, langsung mengumpulkan para pimpinan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayahnya guna menyamakan persepsi dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

"Langkah pencegahan sejak dini harus dilakukan agar kebakaran hutan dan lahan di Banyuasin dapat dieliminasi. Koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, korporasi perkebunan, dan masyarakat harus diperkuat," tegas Askolani seusai menggelar pertemuan, Kamis (4/6/2026).

Sebagai langkah konkret, Pemkab Banyuasin melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah membagi wilayah kabupaten menjadi beberapa zona taktis. Zona-zona ini akan menjadi posko pusat pergerakan tim untuk memantau, memonitor, dan melakukan tindakan pemadaman cepat (quick response) jika sewaktu-waktu muncul titik api.

"Pencegahan dini tidak boleh kendor. Pemkab Banyuasin juga sudah membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di 153 desa sebagai garda terdepan di tingkat tapak yang akan langsung bergerak bersinergi dengan TNI, Polri, dan Manggala Agni," pungkas Askolani.

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved