Berita OKU Timur
Antisipasi Karhutla, BPBD OKU Timur Pantau Titik Panas Lewat Aplikasi Sipong
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Timur, Budi Widiyanto, mengatakan bahwa hingga saat ini kondisi di lapangan masih relatif aman.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Sri Hidayatun
Ringkasan Berita:
- BPBD OKU Timur memperketat pemantauan karhutla seiring masuknya musim kemarau pada Juni 2026
- Satu hotspot kategori medium terdeteksi di Desa Negeri Ratu, Kecamatan Bunga Mayang.
- Masyarakat diimbau tidak membakar lahan, mengurangi aktivitas saat cuaca panas, dan memeriksa instalasi listrik rumah.
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Timur mulai memperketat langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain melakukan pemantauan lapangan, BPBD juga mengawasi perkembangan titik panas (hotspot) melalui aplikasi Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipong).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Timur, Budi Widiyanto, mengatakan bahwa hingga saat ini kondisi di lapangan masih relatif aman.
Meski demikian, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan mengingat wilayah OKU Timur telah memasuki musim kemarau.
"Untuk saat ini kami masih siaga seperti biasa. Koordinasi dengan TNI dan Polri terus dilakukan, termasuk pemantauan kondisi lapangan dan pengawasan titik panas melalui aplikasi Sipong," ujar Budi saat ditemui jurnalis Tribunsumsel.com dan Sripoku.com, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau telah berakhir.
Kondisi cuaca yang semakin panas menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, BPBD mendeteksi satu titik panas di wilayah Desa Negeri Ratu, Kecamatan Bunga Mayang.
Namun, status titik panas tersebut masih berada pada kategori sedang (medium) dan belum menunjukkan indikasi kebakaran.
"Tadi pagi saya cek melalui aplikasi Sipong, terpantau ada satu hotspot di wilayah Negeri Ratu, Kecamatan Bunga Mayang. Statusnya masih medium, artinya baru terdeteksi panas dan belum mengarah pada kebakaran," jelasnya.
Baca juga: Perkuat Ekonomi Kreatif, Pemkab OKU Timur Gelar Pelatihan Kerajinan Tas Wastra dan Batik
Ia menerangkan bahwa dalam sistem Sipong terdapat tiga kategori tingkat titik panas, yakni low (rendah), medium (sedang), dan high (tinggi).
Klasifikasi tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan langkah pemantauan dan penanganan lebih lanjut.
Budi juga mengingatkan, berdasarkan pola dan siklus kejadian karhutla yang terjadi selama ini, potensi kebakaran dengan skala besar diperkirakan lebih berpeluang terjadi pada tahun mendatang apabila kondisi cuaca semakin panas dan kering.
"Kalau melihat siklus kebakaran yang terjadi selama ini, kemungkinan puncak kebakaran yang lebih besar justru terjadi pada tahun depan. Apalagi suhu udara dari tahun ke tahun cenderung meningkat," katanya.
Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
| Harga Gabah di OKU Timur Tembus Rp6.700, Petani Justru Takut Dihantui Hama dan Kekeringan |
|
|---|
| Jasa Penggilingan Daging di OKU Timur Kebanjiran Pelanggan Usai Lebaran, Ada yang Antre Sejak Subuh |
|
|---|
| Kemunculan Buaya Santai Berjemur di Tepi Sungai Komering OKU Timur Gegerkan Warga Martapura |
|
|---|
| Heboh Penampakan Seekor Buaya Terlihat Santai Berjemur di Sungai Komering, Jadi Tontonan Warga |
|
|---|
| Kisah Elsa Motornya Mogok Saat Idul Adha, Beruntung Dibantu Petugas Damkar OKU Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/PEMKAB-OKU-TIMUR-CEGAH-KARHUTLAH.jpg)