Karhutla Sumsel
Semak Belukar Mulai Terbakar, Warga Lubuklinggau Diimbau Siaga Karhutla, ini Wilayah Rawan Kebakaran
Karhutla mulai melanda Kota Lubuklinggau, di mana semak belukar kering seluas 0,1 hektare di pinggir jalan poros dekat SMAN 9 terbakar.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Karhutla mulai melanda Kota Lubuklinggau, di mana semak belukar kering seluas 0,1 hektare di pinggir jalan poros dekat SMAN 9 terbakar.
- Dinas Damkar mengimbau warga mengantisipasi fenomena El Nino Godzilla berupa kemarau panjang dan cuaca ekstrem dari April hingga Oktober.
- Meski bukan daerah gambut, Damkar Lubuklinggau bersiaga 24 jam dan memetakan sejumlah titik rawan karhutla.
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Memasuki musim kemarau tahun 2026 ini, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terjadi di Kota Lubuklinggau, Sumsel.
Berdasarkan pemetaan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Penyelamatan, dan Penanggulangan Bencana menyebutkan terdapat beberapa titik semak belukar atau ilalang mulai terbakar.
Lahan yang terbakar mayoritas berada di pinggir jalan, rawan terbakar lantaran kondisinya kering akibat cuaca panas.
Salah satunya semak belukar yang terdapat di pinggir jalan poros dekat SMAN 9 Lubuklinggau yang pada Minggu, 31 Mei 2026 sore terbakar.
"Itu terbakar sekitar 0,1 hektare atau sekitar lima kapling, yang terbakar semak belukar di pinggir jalan," kata Kabid Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana Dinas Damkar Lubuklinggau, Suryo Amrinata kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Pihaknya mengaku belum mengetahui penyebab kebakaran semak belukar yang terdapat di pinggir jalan tersebut.
Namun, dugaan sementara kebakaran tersebut akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Suryo berharap kepada masyarakat dengan kondisi kemarau panjang saat ini untuk tidak melempar puntung rokok sembarangan, terutama di pinggir jalan.
Selain itu, ia meminta masyarakat tidak membakar sampah di dekat semak belukar atau ilalang kering. Ditambah lagi, kata Suryo, tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
"Kami dari Dinas Damkar selalu standby 24 jam untuk mengatasi karhutla akibat kemarau panjang ini," ungkapnya.
Kemudian, ia mengimbau kepada masyarakat untuk memitigasi atau meminimalisasi dampak dari kemarau panjang.
Menurut Suryo, perkiraan BMKG dinamakan fenomena El Nino Godzilla. Di mana diperkirakan terjadi kemarau panjang cuaca ekstrem yang lebih dari biasanya dimulai dari bulan April sampai dengan Oktober.
"Tetapi puncaknya itu akan terjadi di Juli, Agustus, dan September puncak kemarau," ujarnya.
Dia berharap kepada masyarakat yang penting mempersiapkan di rumah penampung air mengantisipasi kebutuhan air rumah tangga pada kemarau.
"Kemudian, kita harapkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan membakar atau tidak melempar puntung rokok sembarangan dan tidak membakar sampah sembarangan yang dapat menciptakan asap yang dapat mengganggu kesehatan dan merusak lingkungan," ungkapnya.
| Tercatat Ada 542 Hotspot di Sumsel Selama Bulan Mei 2026, Lahat Tertinggi |
|
|---|
| Jelang Kemarau 2026, Polres OKU Timur Cek Kesiapan Antisipasi Karhutla di Perkebunan |
|
|---|
| Kebakaran Lahan Terjadi di Dekat Kantor Kejari Ogan Ilir, Kobaran Api Ancam Para Pengendara |
|
|---|
| 3 Daerah di Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla, BPBD Usulkan 10 Helikopter untuk Penanganan |
|
|---|
| Musim Kemarau Terjadi Lebih Cepat, Banyuasin Masuk Daftar Wilayah yang Berpotensi Terjadi Karhutla |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Semak-Belukar-Mulai-Terbakar-Warga-Lubuklinggau-Diimbau-Waspada-Karhutla-ini-Wilayah-Rawan.jpg)