Berita OKI

Menolak Punah, Pengrajin Gerabah di Kedaton OKI Tetap Eksis, Dijual Hingga ke Luar Daerah

Di kawasan ini, kerajinan gerabah bukan sekadar mata pencaharian, melainkan napas sejarah yang dipercaya telah ada sejak era Kerajaan Sriwijaya.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Winando Davinchi
GERABAH - Pengrajin gerabah yang telah ada sejak puluhan tahun silam di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pada Senin (27/4/2026) pagi. 

Sementara untuk ukuran besar seperti kendi dan alat masak lainnya dibanderol Rp 10.000 hingga Rp 20.000.

Meski pendapatannya relatif kecil, kualitas gerabah Kedaton telah dikenal hingga ke berbagai daerah.

"Pembeli bukan hanya dari Kayuagung atau Indralaya, tapi juga dari Palembang, Lampung hingga Bangka Belitung," katanya.

Di usia senjanya, Ali menyimpan harapan agar kerajinan gerabah tetap lestari dan tidak hilang ditelan zaman.

"Saya tahu sekarang makin banyak orang membeli alat masak berbahan plastik dan logam. Namun saya bersyukur masih ada yang mencari gerabah karena lebih awet, tahan lama, dan memiliki keunikan tersendiri," tutupnya.

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved