Berita OKI
Menolak Punah, Pengrajin Gerabah di Kedaton OKI Tetap Eksis, Dijual Hingga ke Luar Daerah
Di kawasan ini, kerajinan gerabah bukan sekadar mata pencaharian, melainkan napas sejarah yang dipercaya telah ada sejak era Kerajaan Sriwijaya.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Sementara untuk ukuran besar seperti kendi dan alat masak lainnya dibanderol Rp 10.000 hingga Rp 20.000.
Meski pendapatannya relatif kecil, kualitas gerabah Kedaton telah dikenal hingga ke berbagai daerah.
"Pembeli bukan hanya dari Kayuagung atau Indralaya, tapi juga dari Palembang, Lampung hingga Bangka Belitung," katanya.
Di usia senjanya, Ali menyimpan harapan agar kerajinan gerabah tetap lestari dan tidak hilang ditelan zaman.
"Saya tahu sekarang makin banyak orang membeli alat masak berbahan plastik dan logam. Namun saya bersyukur masih ada yang mencari gerabah karena lebih awet, tahan lama, dan memiliki keunikan tersendiri," tutupnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Diterjang Angin Kencang, Pohon Kapuk Ukuran Raksasa di OKI Tumbang, Listrik Padam dan Jalan Tertutup |
|
|---|
| Kebut Pembukaan 6 Km Jalan di Mesuji Makmur, Satgas TMMD Kodim OKI Juga Renovasi Rumah Lansia |
|
|---|
| Peringatan Hari Pers Nasional 2026 di OKI, Jadi Ajang Perkuat Sinergi dan Aksi Kemanusiaan |
|
|---|
| Lolos Seleksi Ketat, 17 Pelajar Asal OKI Siap Gebrak Nasional Lewat Kompetisi Matematika di Banten |
|
|---|
| 312 Motor Dinas Milik Pemkab OKI Kondisinya Tak Layak Pakai, Bakal Dilelang, Tak ada Pengadaan Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Menolak-Punah-Pengrajin-Gerabah-di-Kedaton-OKI-Tetap-Eksis-Dijual-Hingga-ke-Luar-Daerah.jpg)