Berita Banyuasin
Antisipasi Aksi May Day, Personel Polres Banyuasin Latihan Pengendalian Massa
AKP Sugeng Sarwan, menjelaskan latihan yang melibatkan 40 personel ini tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga strategi negosiasi.
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Polres Banyuasin menggelar latihan pengendalian massa untuk meningkatkan kesiapsiagaan jelang May Day.
- Sebanyak 40 personel dilatih kemampuan teknis Dalmas dan strategi negosiasi menghadapi berbagai situasi unjuk rasa.
- Latihan ini juga bertujuan mengantisipasi potensi kericuhan agar pengamanan aksi berjalan sesuai SOP dan tetap kondusif.
TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk aksi unjuk rasa menjelang May Day, Satuan Samapta Polres Banyuasin menggelar latihan pengendalian massa.
Kasat Samapta Polres Banyuasin, AKP Sugeng Sarwan, menjelaskan latihan yang melibatkan 40 personel ini tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga strategi negosiasi.
“Dalam latihan ini, kami memberikan pembekalan berdasarkan regulasi terbaru, seperti Perkap No. 16 Tahun 2006, Perkap No. 2 Tahun 2019 tentang pengendalian massa, serta Perkap No. 4 Tahun 2025 terkait penanganan aksi penyerangan terhadap Polri,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Personel tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung, mulai dari peragaan Kompi Dalmas, pengecekan perlengkapan, penggunaan senjata laras licin, hingga alat pelontar.
Dalam latihan tersebut, personel juga dilatih pembagian peran secara rinci, mulai dari Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, tim negosiator, tim pengemudi kendaraan operasional seperti double cabin, hingga tim pengendali AWC (Armored Water Cannon).
Baca juga: Sejarah Hari Buruh Internasional atau May Day Diperingati Setiap 1 Mei, Isu dan Makna Bagi Pekerja
Baca juga: 6 Tuntutan Buruh Saat Gelar Aksi di Kantor DPRD Sumsel, Hari Buruh Bukan Perayaan Tapi Peringatan
Sugeng menjelaskan, personel dibekali pemahaman tiga kondisi lapangan, yakni kondisi hijau (aman dan terkendali), kuning (berpotensi terjadi eskalasi), dan merah (situasi anarkis).
Selain itu, personel juga dilatih membaca situasi untuk menentukan waktu yang tepat dalam bergerak, serta menjaga kekompakan dan kewaspadaan saat menghadapi massa yang berpotensi anarkis.
Latihan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh terkait prosedur operasi standar (SOP) dalam pengamanan aksi unjuk rasa. Setiap anggota dituntut memahami tugas pokoknya masing-masing, sekaligus mengasah kesiapan mental dalam menghadapi kondisi darurat.
“Menjelang peringatan May Day pada 1 Mei, latihan ini menjadi bagian dari langkah antisipasi dini agar personel siap menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan,” pungkasnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Gagal Menanjak, Truk Fuso Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Jalintim Banyuasin |
|
|---|
| Pemkab Banyuasin Siapkan Lahan Seluas Enam Hektare Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat |
|
|---|
| Penampakan Sapi Presiden Prabowo untuk Masyarakat Banyuasin, Jenis Limosin Miliki Bobot 1,1 Ton |
|
|---|
| Kecelakaan Truk Fuso di Jalintim Palembang-Betung KM 36, Sopir Dilarikan ke RSUD Banyuasin |
|
|---|
| Truk Susu Terguling di Jalintim Sembawa, Arus Lalu Lintas Palembang-Betung Alami Kemacetan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Antisipasi-Aksi-May-Day-Personel-Polres-Banyuasin-Latihan-Pengendalian-Massa.jpg)