Berita Palembang

Sering Buat Macet, PKL di Pasar Lemabang Palembang Resahkan Para Pengendara yang Melintas

Terutama dijalan ini sering kali dilintasi oleh truck bermuatan barang hingga kontainer yang membuat laju kendaraan menjadi lambat. 

Penulis: Angga Azka | Editor: Slamet Teguh
Sripoku.com/ Angga Azka
PKL DI PASAR LEMABANG - Suasana Pedagang Kaki Lima (PKL) di pasar Lemabang dijalan Rama Kasih Raya, Kec. Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Senin (19/5/2025). PKL di Pasar Lemabang, resahkan pengendara, karena sering sebabkan kemacetan. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Angga

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Lemabang tepatnya dijalan Rama Kasih Raya, Kec. Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan, meresahkan para pengendara yang melintas karena berjualan di bahu jalan. 

Para pedagang yang sudah bertahun-tahun berjualan di pinggir jalan, membuat para pengendara yang melintasi jalan ini, harus memperlambat laju kendaraannya sehingga terjadi perlambatan bahkan kemacetan. 

Jalan di Pasar Lemabang yang awalnya memiliki beberapa lajur menjadi satu lajur jalan untuk kendaraan yang lewat sehingga membuat lalu lintas menjadi terhambat. 

Terutama dijalan ini sering kali dilintasi oleh truck bermuatan barang hingga kontainer yang membuat laju kendaraan menjadi lambat. 

Ini sangat membahayakan baik untuk pengendara maupun untuk para pembeli karena ramainya kendaraan dibarengi dengan ramainya pembeli di Pasar Lemabang ini.

Ditambah dengan para pengendara roda tiga (becak motor) yang parkir di bahu jalan yang memakan tempat sehingga menambah kemacetan.

Terlihat sering kali jika truck kontainer melintasi jalan ini melambat dan harus membunyikan klaksonnya agar para pengendara bentor menjauhkan kendaraannya. 

Baca juga: Viral Kotor dan Bau, Jembatan Penyeberangan Orang di Pasar Martapura OKU Timur Akhirnya Dibersihkan

Baca juga: Nekat Pungli Terhadap Pengunjung Pasar Muara Kuang, Dua Preman di Ogan Ilir Diciduk Polisi

Arwan, salah satu pengendara mobil yang resah terhadap pedagang kaki lima di Lemabang ini mengungkapkan jika para pedagang dan pengendara bentor sangat meresahkan, bahkan ketika harus melintasi jalan ini harus memperlambat kendaraannya. 

"Macet terus kalau pagi lewat sini, kadangan bingung samo pedagang di lapak di dalam masih ada, heran mau berdagang di pinggir jalan ini," kata Erwan yang berbelanja di Pasar Lemabang, pada Senin (19/5/2025). 

Tentu, permasalahan yang ditimbulkan karena keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang semakin menjamur di area Pasar Lemabang ini, membuat semberawutnya pasar bahkan tidak tertata dengan rapi, dimana mereka berjualan menggunakan bahu jalan, area yang diperuntukkan untuk lalu lintas kini dijadikan sebagai tempat berdagang dan tempat parkir, yang sangat mengganggu ketentaraman dan ketertiban umum.

"Padahal sudah ada cone pembatas untuk para pedagang berjualan tapi tetap dilanggar," ungkapnya. 

Salah satu pedagang di Pasar Lemabang, Haris mengungkapkan, jika harus pindah lapak maka pembeli yang sudah lama membeli disitu akan pindah membeli ketempat pedagang baru, ia juga sudah lama berjualan di bahu jalan Pasar Lemabang, dan enggan pindah. 

"Kita mau kemana lagi berjualan, karena disini biasanya kami berjualan," kata Haris. 

Haris juga mengungkapkan jika harus pindahpun pemerintah harus menyiapkan lapak untuk berjualan. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved