Berita Ogan Ilir
Daftar 8 Kasus Pembunuhan di Ogan Ilir yang Menggemparkan Selama 2024, 1 Kasus Belum Terungkap
Berikut ini delapan kasus pembunuhan menggemparkan di Ogan Ilir sepanjang tahun 2024 :
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Sejumlah kasus pembunuhan yang menggemparkan terjadi di Ogan Ilir selama tahun 2024.
Kasus ini ditangani oleh Polres Ogan Ilir dan Polsek di Jajarannya.
Beberapa perkara juga ditangani bersama Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan.
Berikut ini delapan kasus pembunuhan menggemparkan di Ogan Ilir sepanjang tahun 2024 :
1. Mahasiswi Unsri Tewas Ditembak Begal
Tim gabungan Jatanras Polda Sumatera Selatan dan Satreskrim Polres Ogan membekuk dua pelaku begal terhadap mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri), Nazwa Keyza Safira.
Korban tewas ditembak begal saat sedang berada di kawasan Tanjung Senai, Indralaya, pada 7 Februari 2024.
Dua pelaku ditangkap yakni Herly Diansyah (36 tahun) dan Nopriandi (27 tahun), keduanya warga Muaraenim, Sumatera Selatan.
Dirreskrimum Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Muhammad Anwar Reksowidjojo mengatakan, dari tangan kedua pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya senjata api rakitan jenis Revolver.
Barang bukti lainnya yakni sebuah sarung pisau dan satu unit sepeda motor matic hasil kejahatan.
2. Petani Ditusuk Membabi Buta
Polisi mengamankan pelaku pembunuhan sadis di Desa Kasih Raja, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir pada awal April lalu.
Kasus pembunuhan seorang pria paruh baya itu ditangani oleh Polsek Tanjung Batu yang juga membawahi wilayah hukum Kecamatan Lubuk Keliat.
Kapolsek Tanjung Batu AKP Sondi Fraguna mengatakan, terduga pelaku masih dalam proses pemeriksaan.
Diketahui, korban tewas bernama Haryono (47 tahun) yang sehari-hari bekerja menjadi petani.
Korban mengalami sejumlah luka tusuk akibat benda tajam dalam peristiwa keji yang terjadi pada 6 April 2024 sekira pukul 23.00.
"Luka diantaranya di leher, perut, tangan kiri dan punggung," terang Sondi.
Bahkan saat dibawa ke Puskesmas, sebilah pisau masih menancap di punggung korban.
Saat polisi mendatangi TKP, menurut Sondi ada yang menyebut korban sempat berteriak minta tolong sebelum ditemukan tewas.
Warga sempat mendengar suara seperti orang berkelahi dari arah rumah korban.
Namun karena takut, warga tersebut tak berani keluar rumah dan hanya berteriak minta tolong kepada warga.
Warga lainnya juga menyebut sempat melihat seseorang diduga pelaku pembunuhan berlari.
3. Pembunuhan Pemilik Warkop
Tim gabungan Jatanras Polda Sumatera Selatan dan Polres Ogan Ilir membekuk pelaku pembunuhan bernama Apriadi Darma alias Colet (30 tahun).
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa sarung pisau yang digunakan untuk menusuk korban hingga tewas.
Polisi masih memburu satu pelaku lainnya yang kini melarikan diri.
Diketahui korban tewas bernama Putra Ramadan (23 tahun) dianiaya di warung kopi miliknya tepatnya di wilayah Desa Permata Baru, Kecamatan Indralaya Utara
Kronologi tewasnya Putra berawal saat korban memergoki dua orang pria yang tidak bayar tagihan kopi saat nongkrong di warkop miliknya pada 27 April 2024 sekira pukul 05.00.
Saat berupaya menagih pembayaran, korban ditusuk menggunakan pisau oleh para pelaku.
Korban mengalami luka tusuk di dada kiri dan sejumlah luka sayatan di beberapa bagian tubuh.
Tak hanya putra, istri korban juga mengalami luka sabetan pisau di bagian perut.
"Setelah menganiaya korban istrinya, kedua pelaku mengendarai sepeda motor matic itu kabur ke arah Palembang," ungkap Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo.
Tersangka dijerat Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman penjara 12 tahun.
"Tentunya tersangka akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata Bagus menegaskan.
4. Jasad Wanita di Bawah Jembatan
Polisi bergerak cepat meringkus pelaku pembunuhan wanita yang mayatnya ditemukan di bawah Jembatan Pesona Tanjung Senai, Indralaya.
Jasad wanita tersebut ditemukan mengambang di Sungai Kelekar pada 19 Agustus 2024 sekira pukul 18.00.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo mengatakan, tersangka diamankan pada 20 Agustus 2024.
"Tersangka atas nama Akmaludin usia 51 tahun warga Indralaya," terang Bagus.
Hasil penyelidikan polisi, korban pembunuhan bernama Ita Anggraini (46 tahun) dibunuh di sebuah perkebunan tak jauh dari kediaman tersangka.
Korban diketahui merupakan seorang janda warga Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI).
Wanita tersebut dihabisi dengan cara ditusuk menggunakan pisau.
Tersangka lalu mengangkut jasad korban menggunakan sepeda motor dan membawanya Jembatan Pesona Tanjung Senai.
"Jasad korban didudukkan di bagian depan motor, dibawa ke Jembatan Pesona malam itu juga," ungkap Bagus.
Untuk menghilangkan jejak, tersangka mengikat jasad korban dengan batu.
Jasad wanita tersebut lalu dilempar ke Sungai Kelekar oleh tersangka.
"Setelah pembunuhan itu, tersangka juga menguasai sepeda motor korban," terang Bagus.
Baca juga: Kronologi Petugas Dishub Ogan Ilir Tewas Ditabrak Lari di Depan Tol Kramasan, Menyeberang Mau Salat
Baca juga: Pilu Lansia Korban Kebakaran Rumah di Rengas Ogan Ilir, Uang Umroh Hangus, Tidur di Posko Darurat
5. Dituding Curi Motor, Pria Tewas Ditembak
Aparat Satreskrim Polres Ogan Ilir meringkus seorang pria yang melakukan pembunuhan dengan menggunakan senjata api.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo mengatakan, pembunuhan tersebut terjadi pada 18 Agustus 2024).
Lokasi pembunuhan diketahui di wilayah Desa Sentul, Kecamatan Tanjung Batu.
"Tersangka yang diamankan atas nama Nurdin alias Ujang, usia 49 tahun," terang Bagus.
Kronologi pembunuhan berawal saat tersangka dan korban bernama Eka Sakti terlibat pertikaian hingga adu fisik.
Tersangka yang memiliki senjata api lalu menembak korban hingga meninggal dunia.
"Korban terkapar di jalan menuju Desa Burai dengan kondisi tubuh berdarah-darah," ungkap Bagus.
Sebelum pengungkapan perkara ini, polisi sempat mendapat laporan dari masyarakat bahwa korban tewas karena kecelakaan.
Namun saat dicek ke TKP, luka yang dialami korban tak sesuai dengan gejala korban kecelakaan.
Setelah meminta keterangan sejumlah saksi, polisi meringkus tersangka pada Senin (19/8/2024) malam.
"Tersangka diamankan beserta barang bukti senjata api silinder berisi lima amunisi," terang Bagus.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka menghabisi korban yang disebut telah mencuri sepeda motor.
Tak terima kendaraan roda dua miliknya dicuri, menjadi alasan tersangka membunuh korban.
6. Jasad Pria Tergantung, Ternyata Dibunuh
Seorang pria bernama Rifani Tamawiwi ditemukan tak bernyawa dengan kondisi leher terikat dan tergantung di perkebunan wilayah Desa Soak Batok, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, pada 3 September lalu.
Putri Rifani, Niken mengaku telah melaporkan perkara ini ke aparat kepolisian yakni Satreskrim Polres Ogan Ilir.
"Sampai saat ini belum ada tanda-tanda bakal terungkap. Polisi bilang belum ada petunjuk," kata Niken kepada wartawan.
Keluarga Rifani sejauh ini tak didampingi kuasa hukum dalam upaya menuntut keadilan atas kematian pria 47 tahun itu.
Niken mengaku terus menyebarkan informasi perkara dugaan pembunuhan ayahnya melalui media sosial.
"Upaya kami sejauh ini menyebarkan lewat Facebook, Instagram, Tiktok, WhatsApp. Kami butuh dukungan warganet," tutur Niken.
Wanita 23 tahun ini mengungkapkan, berdasarkan informasi dari polisi, bahwa ayahnya diduga kuat meninggal dunia karena dibunuh.
Dugaan ini mencuat karena saat ditemukan, jasad Rifani ditemukan dalam keadaan tergantung dan kedua kaki melipat menyentuh tanah.
Kemudian berdasarkan hasil autopsi, terdapat luka di tangan kiri dan tengkorak kepala retak, diduga karena hantaman benda tumpul.
"Kemudian rahang ayah itu agak miring, tidak seperti gejala orang gantung diri. Kalau hasil autopsi, kami hanya diberi tahu secara lisan oleh polisi, dugaannya dibunuh," ungkap Niken.
Sekitar sepekan sebelum ditemukan tak bernyawa, tepatnya pada 25 Agustus lalu, Rifani sempat terlihat beraktivitas di wilayah Kertapati.
Pria tersebut terekam CCTV berada di depan sebuah toko dekat Flyover Kramasan yang hanya berjarak beberapa puluh meter dari kediaman Niken.
"Besoknya tanggal 26 (Agustus), kami kehilangan kontak dengan ayah. Kami cari ke mana-mana tidak ketemu," ujar Niken.
Saat hari penemuan jasad Rifani, Niken awalnya diberi tahu salah seorang anggota keluarga yang mendapat informasi lewat media sosial.
"Setelah dipastikan, ternyata benar itu ayah. Kami juga diberi tahu kalau polisi sudah datang ke (Kelurahan) 1 Ulu (alamat rumah Rifani di Palembang)," tuturnya.
Usai autopsi, jenazah Rifani dimakamkan di kampung halaman Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir.
Niken dan segenap anggota keluarga meminta polisi mengusut tuntas perkara dugaan pembunuhan ini.
"Kami harap keadilan masih ada," kata Niken.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Muhammad Ilham mengatakan bahwa perkara ini masih dalam penyelidilan.
"Masih dilakukan penyelidikan," pungkas Ilham dihubungi terpisah.
7. Aktivis LSM Tewas Ditusuk Segerombolan Orang
Polisi menetapkan satu tersangka pada perkara pembunuhan terhadap aktivis LSM di Ogan Ilir bernama Yongki Ariansyah, pada 19 Oktober lalu.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo menuturkan, tersangka berinisial R sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami luka tembak dan tusuk.
Polisi menegaskan akan mengungkap seterang-terangnya kasus pembunuhan tersebut.
Polres Ogan Ilir sejauh ini telah memeriksa tujuh orang saksi yang diduga kuat mengetahui kronologi pembunuhan.
"Saksi-saksi sudah diperiksa intensif dan masih akan terus diminta keterangan untuk membuat terang kasus ini," jelas Bagus.
Petunjuk lainnya yang dihimpun polisi yakni senjata api rakitan (senpira) milik korban yang ditemukan di TKP pembunuhan.
Senpira jenis Revolver tersebut ditemukan beserta tiga butir amunisi dan selongsong peluru.
"Sekarang senpinya sudah diamankan Satreskrim," kata Bagus.
Adapun selongsong peluru tersebut ditembakkan korban ke tersangka yang menganiayanya hingga tewas.
Tersangka disebut saksi mata sebagai orang pertama yang menemui korban hingga melakukan penganiayaan berat.
"Secepatnya akan kami ungkap perkara ini dengan seterang-terangnya. Dijamin tidak ada yang ditutupi," kata Bagus menegaskan.
8. Penjaga Kebun Sawit Dibacok
Polisi telah mengamankan pelaku pembunuhan penjaga kebun kelapa sawit di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir.
Pelaku diketahui bernama Rahmat Fauzan yang membacok korban bernama Alimin di sebuah pondok dekat kebun pada 20 Desember 2024 petang sekira pukul 16.00.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo mengatakan, pelaku menghabisi korban karena emosi.
Berawal saat korban terlibat perbincangan dengan pemilik kebun bernama Andi, membahas perihal upah menjaga alat berat di perkebunan tersebut.
"Awalnya ada tawar-menawar upah. Korban minta Rp 200 ribu upah jaga per malam, tapi pemilik kebun menyanggupi Rp 100 ribu untuk menjaga alat berat tersebut," kata Bagus kepada wartawan.
Sampai akhirnya korban meminta agar mendapat upah jaga Rp 150 ribu per malam.
Pelaku yang ada di TKP lalu menyela pembicaraan antara korban dan pemilik kebun sawit.
"Pelaku bilang kepada korban, 'sudah, terima saja upah itu (yang ditawarkan pemilik kebun)'. Korban menyuruh pelaku diam," ujar Bagus.
Sebelumnya menurut keterangan saksi mata di TKP, pelaku sempat diam namun kembali menyela pembicaraan.
Saat itulah, menurut Ilham, korban menendang kepala pelaku hingga tersulut emosi.
"Menurut pelaku, korban ini ngomongnya ngegas dan menendang kepala pelaku. Jadi emosi si pelaku ini dan membacok korban," terang Bagus.
Beberapa jam setelah peristiwa tersebut, polisi mengamankan pelaku.
Saksi-saksi di TKP juga telah diperiksa polisi, termasuk Andi pemilik perkebunan sawit yang menyaksikan langsung pembunuhan itu.
"Saksi atas nama Andi sudah diperiksa. Saksi-saksi lain juga sudah," jelas Bagus.
Baca Berita Tribunsumsel.com Lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung dalam Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com
3 Tahun Ayah di Ogan Ilir Rudapksa Putrinya, Diungkap di Sidang Perdana, Terancam 15 Tahun Penjara |
![]() |
---|
Kisah Pilu Endan, Lansia 80 Tahun di Ogan Ilir Hidup Miskin dan Sebatang Kara,Andalkan Bantuan Warga |
![]() |
---|
Dalam Sebulan, 4 Komplotan Bajing Loncat Diamankan Polisi di Jalinsum Palembang-Indralaya |
![]() |
---|
Bawa Keris Saat Beraksi, Pria di Rambang Kuang Ogan Ilir Curi Minyak Kondensat Milik Perusahaan |
![]() |
---|
Bupati Ogan Ilir Minta Kades Jemput Warga Binaan yang Baru Bebas Dari Penjara, Agar Tak Dikucilkan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.