Berita Ogan Ilir

Daftar 8 Kasus Pembunuhan di Ogan Ilir yang Menggemparkan Selama 2024, 1 Kasus Belum Terungkap

Berikut ini delapan kasus pembunuhan menggemparkan di Ogan Ilir sepanjang tahun 2024 :

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com
Salah Satu Lokasi Pembunuhan di Ogan Ilir - Daftar 8 Kasus Pembunuhan di Ogan Ilir yang Menggemparkan Selama 2024, 1 Kasus Belum Terungkap 

"Setelah pembunuhan itu, tersangka juga menguasai sepeda motor korban," terang Bagus.

Baca juga: Kronologi Petugas Dishub Ogan Ilir Tewas Ditabrak Lari di Depan Tol Kramasan, Menyeberang Mau Salat

Baca juga: Pilu Lansia Korban Kebakaran Rumah di Rengas Ogan Ilir, Uang Umroh Hangus, Tidur di Posko Darurat

5. Dituding Curi Motor, Pria Tewas Ditembak

Aparat Satreskrim Polres Ogan Ilir meringkus seorang pria yang melakukan pembunuhan dengan menggunakan senjata api.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo mengatakan, pembunuhan tersebut terjadi pada 18 Agustus 2024).

Lokasi pembunuhan diketahui di wilayah Desa Sentul, Kecamatan Tanjung Batu.

"Tersangka yang diamankan atas nama Nurdin alias Ujang, usia 49 tahun," terang Bagus.

Kronologi pembunuhan berawal saat tersangka dan korban bernama Eka Sakti terlibat pertikaian hingga adu fisik.

Tersangka yang memiliki senjata api lalu menembak korban hingga meninggal dunia.

"Korban terkapar di jalan menuju Desa Burai dengan kondisi tubuh berdarah-darah," ungkap Bagus.

Sebelum pengungkapan perkara ini, polisi sempat mendapat laporan dari masyarakat bahwa korban tewas karena kecelakaan.

Namun saat dicek ke TKP, luka yang dialami korban tak sesuai dengan gejala korban kecelakaan.

Setelah meminta keterangan sejumlah saksi, polisi meringkus tersangka pada Senin (19/8/2024) malam.

"Tersangka diamankan beserta barang bukti senjata api silinder berisi lima amunisi," terang Bagus.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka menghabisi korban yang disebut telah mencuri sepeda motor.

Tak terima kendaraan roda dua miliknya dicuri, menjadi alasan tersangka membunuh korban.

6. Jasad Pria Tergantung, Ternyata Dibunuh

Seorang pria bernama Rifani Tamawiwi ditemukan tak bernyawa dengan kondisi leher terikat dan tergantung di perkebunan wilayah Desa Soak Batok, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, pada 3 September lalu.

Putri Rifani, Niken mengaku telah melaporkan perkara ini ke aparat kepolisian yakni Satreskrim Polres Ogan Ilir.

"Sampai saat ini belum ada tanda-tanda bakal terungkap. Polisi bilang belum ada petunjuk," kata Niken kepada wartawan.

Keluarga Rifani sejauh ini tak didampingi kuasa hukum dalam upaya menuntut keadilan atas kematian pria 47 tahun itu.

Niken mengaku terus menyebarkan informasi perkara dugaan pembunuhan ayahnya melalui media sosial.

"Upaya kami sejauh ini menyebarkan lewat Facebook, Instagram, Tiktok, WhatsApp. Kami butuh dukungan warganet," tutur Niken.

Wanita 23 tahun ini mengungkapkan, berdasarkan informasi dari polisi, bahwa ayahnya diduga kuat meninggal dunia karena dibunuh.

Dugaan ini mencuat karena saat ditemukan, jasad Rifani ditemukan dalam keadaan tergantung dan kedua kaki melipat menyentuh tanah.

Kemudian berdasarkan hasil autopsi, terdapat luka di tangan kiri dan tengkorak kepala retak, diduga karena hantaman benda tumpul.

"Kemudian rahang ayah itu agak miring, tidak seperti gejala orang gantung diri. Kalau hasil autopsi, kami hanya diberi tahu secara lisan oleh polisi, dugaannya dibunuh," ungkap Niken.

Sekitar sepekan sebelum ditemukan tak bernyawa, tepatnya pada 25 Agustus lalu, Rifani sempat terlihat beraktivitas di wilayah Kertapati.

Pria tersebut terekam CCTV berada di depan sebuah toko dekat Flyover Kramasan yang hanya berjarak beberapa puluh meter dari kediaman Niken.

"Besoknya tanggal 26 (Agustus), kami kehilangan kontak dengan ayah. Kami cari ke mana-mana tidak ketemu," ujar Niken.

Saat hari penemuan jasad Rifani, Niken awalnya diberi tahu salah seorang anggota keluarga yang mendapat informasi lewat media sosial.

"Setelah dipastikan, ternyata benar itu ayah. Kami juga diberi tahu kalau polisi sudah datang ke (Kelurahan) 1 Ulu (alamat rumah Rifani di Palembang)," tuturnya.

Usai autopsi, jenazah Rifani dimakamkan di kampung halaman Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir.

Niken dan segenap anggota keluarga meminta polisi mengusut tuntas perkara dugaan pembunuhan ini.

"Kami harap keadilan masih ada," kata Niken.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Muhammad Ilham mengatakan bahwa perkara ini masih dalam penyelidilan.

"Masih dilakukan penyelidikan," pungkas Ilham dihubungi terpisah.

7. Aktivis LSM Tewas Ditusuk Segerombolan Orang

Polisi menetapkan satu tersangka pada perkara pembunuhan terhadap aktivis LSM di Ogan Ilir bernama Yongki Ariansyah, pada 19 Oktober lalu.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo menuturkan, tersangka berinisial R sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami luka tembak dan tusuk.

Polisi menegaskan akan mengungkap seterang-terangnya kasus pembunuhan tersebut.

Polres Ogan Ilir sejauh ini telah memeriksa tujuh orang saksi yang diduga kuat mengetahui kronologi pembunuhan.

"Saksi-saksi sudah diperiksa intensif dan masih akan terus diminta keterangan untuk membuat terang kasus ini," jelas Bagus.

Petunjuk lainnya yang dihimpun polisi yakni senjata api rakitan (senpira) milik korban yang ditemukan di TKP pembunuhan.

Senpira jenis Revolver tersebut ditemukan beserta tiga butir amunisi dan selongsong peluru.

"Sekarang senpinya sudah diamankan Satreskrim," kata Bagus.

Adapun selongsong peluru tersebut ditembakkan korban ke tersangka yang menganiayanya hingga tewas.

Tersangka disebut saksi mata sebagai orang pertama yang menemui korban hingga melakukan penganiayaan berat.

"Secepatnya akan kami ungkap perkara ini dengan seterang-terangnya. Dijamin tidak ada yang ditutupi," kata Bagus menegaskan.

8. Penjaga Kebun Sawit Dibacok

Polisi telah mengamankan pelaku pembunuhan penjaga kebun kelapa sawit di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir.

Pelaku diketahui bernama Rahmat Fauzan yang membacok korban bernama Alimin di sebuah pondok dekat kebun pada 20 Desember 2024 petang sekira pukul 16.00.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo mengatakan, pelaku menghabisi korban karena emosi.

Berawal saat korban terlibat perbincangan dengan pemilik kebun bernama Andi, membahas perihal upah menjaga alat berat di perkebunan tersebut.

"Awalnya ada tawar-menawar upah. Korban minta Rp 200 ribu upah jaga per malam, tapi pemilik kebun menyanggupi Rp 100 ribu untuk menjaga alat berat tersebut," kata Bagus kepada wartawan.

Sampai akhirnya korban meminta agar mendapat upah jaga Rp 150 ribu per malam.

Pelaku yang ada di TKP lalu menyela pembicaraan antara korban dan pemilik kebun sawit.

"Pelaku bilang kepada korban, 'sudah, terima saja upah itu (yang ditawarkan pemilik kebun)'. Korban menyuruh pelaku diam," ujar Bagus.

Sebelumnya menurut keterangan saksi mata di TKP, pelaku sempat diam namun kembali menyela pembicaraan.

Saat itulah, menurut Ilham, korban menendang kepala pelaku hingga tersulut emosi.

"Menurut pelaku, korban ini ngomongnya ngegas dan menendang kepala pelaku. Jadi emosi si pelaku ini dan membacok korban," terang Bagus.

Beberapa jam setelah peristiwa tersebut, polisi mengamankan pelaku.

Saksi-saksi di TKP juga telah diperiksa polisi, termasuk Andi pemilik perkebunan sawit yang menyaksikan langsung pembunuhan itu.

"Saksi atas nama Andi sudah diperiksa. Saksi-saksi lain juga sudah," jelas Bagus.

 

 

 

 

Baca Berita Tribunsumsel.com Lainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung dalam Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved