Mahasiswa STIP Tewas Dianiaya Senior

Tewas Dianiaya Senior, Terkuak Isi Grup Chat STIP ANGKATAN 66, Diduga Palsukan Kematian Putu Satria

ukti-bukti soal kematian Putu Satria terus muncul, salah satunya ada grup chat angkatan taruna STIP Jakarta, diduga kematian Putu hendak direkaya

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
IST Tribun Bali / Tribun News
Bukti-bukti soal kematian Putu Satria terus muncul, salah satunya ada grup chat angkatan taruna STIP Jakarta, diduga kematian Putu hendak direkayasa 

Duka mendalam tidak hanya dirasakan oleh keluarga, namun rekan-rekan sepergaulan dari Putu Satria.

Mereka mengantar jenazah Putu Satria dengan tabuh baleganjur yang semarak.

Bahkan pada Kamis malam 9 Mei 2024 mereka memajang baliho yanh berisi foto salah seorang tersangka Tegar Sanjaya yang menganiaya Putu Satria hingga tewas.

Pihak STIP sempat melakukan upacara pelepasan secara kedinasan.

Baca juga: Haru Isi Catatan Putu Satria Taruna STIP Tewas Dianiaya Senior, Ingin Mengangkat Derajat Keluarga

Salah satu teman korban menyatakan warga perlu mengetahui wajah tersangka.

"Ini ide dari kami, ini solidaritas kami, agar masyarakat tau ini wajah pembunuh saudara-saudara kami," ujar seorang pemuda dari Desa Gunaksa, Kadek Kariyasa, Jumat 10 Mei 2024.

Pemuda di Desa Gunaksa, khususnya teman-teman nongrong dari Putu Satria merasa sangat kehilangan pemuda berusia 19 tersebut.

"Kami berharap hukum bisa ditegakkan, saudara kami (Putu Satria) bisa mendapat keadilan," jelas dia.

Setelah jenazah tiba di Setra Adat Gunaksa, jenazah diturunkan dari bade dan mendapat penghormatan tetakhir oleh pihak STIP sebelum jenazah dibawa ke tempat pembakaran jenazah.

Saat jenazah Putu Satria mulai dibakar, pihak keluarga kembali menangis.

Terutama sang ibu, yang berusaha tegar melepas kepergian putranya.

Dalam kesempatan itu juga, pemuda Desa Gunaksa yang juga rekan-rekan Putu Satria menghancurkan baliho yang terpasang wajah pelaku, diiringi dengan tabuh balegenjur.

Hal itu sebagai bentuk luapan emosi kemarahan rekan-rekan Putu Satria atas perbuatan pelaku.

Foto wajah pelaku lalu dibakar.

Paman dari Putu Satria, Nyoman Budiarta mewakili keluarga mengatakan, pihak keluarga setelah upacara pengabenan akan tetap berjuang mendapatkan keadilan atas meninggalnya Putu Satria.

"Harapan kami tetap kasus ini diungkap seterang-terangnya, para pelaku agar mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Mudah-mudahan kepolisian bisa ungkap semuanya dengan gamblang dan transparan," ujar Nyoman Budiarta.

Setelah prosesi pembakaran jenazah, dilanjutkan proses nganyud abu dari jenazah Putu Satria.


(*)

Baca berita lainnya di google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved