Mahasiswa STIP Tewas Dianiaya Senior

Tewas Dianiaya Senior, Terkuak Isi Grup Chat STIP ANGKATAN 66, Diduga Palsukan Kematian Putu Satria

ukti-bukti soal kematian Putu Satria terus muncul, salah satunya ada grup chat angkatan taruna STIP Jakarta, diduga kematian Putu hendak direkaya

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
IST Tribun Bali / Tribun News
Bukti-bukti soal kematian Putu Satria terus muncul, salah satunya ada grup chat angkatan taruna STIP Jakarta, diduga kematian Putu hendak direkayasa 

Peran mereka terkuak usai polisi melakukan pengembangan penyidikan dan gelar perkara.

Berdasarkan hasil penyidikan, A merupakan orang yang pertama kali memanggil Putu bersama teman-temannya.

"Adapun peran masing-masing dari tersangka itu adalah pelaku FA alias A memanggil korban dengan mengatakan 'woi tingkat satu yang makai PDO (pakaian dinas olahraga) sini'. Jadi, turun dari lantai tiga ke lantai dua," sambung Gidion.

Setelah turun ke lantai dua, Putu bersama teman-temannya digiring masuk ke toilet pria karena tidak ada CCTV.

Ia juga berperan sebagai pengawas ketika tindak kekerasan itu terjadi.

"Selanjutnya tersangka WJP alias W pada saat proses terjadinya kekerasan eksesif mengatakan, 'jangan malu-maluin, kasih paham'," jelas Gidion.

Sementara K adalah orang yang menyarankan agar Putu yang pertama kali mendapat pukulan.

"K menujuk pada korban sebelum dilakukan kekerasan eksesif oleh tersangka Tegar dengan mengatakan, 'adikku aja nih mayoret tepercaya'," terang Gidion.

Oleh karena itu, Tegar yang merupakan pelaku utama terdorong untuk memukul Putu.

Baca juga: Didatangi Menhub, Ibu Taruna Putu Satria Tewas Dianiaya Senior STIP Jakarta Menangis Minta Keadilan

Putu mendapat pukulan di bagian ulu hatinya sebanyak lima kali sampai lemas dan terkapar.

Tegar panik dan berusaha menolong Putu dengan menarik lidahnya.

Polisi masih terus melakukan penyidikan kasus tewasnya Putu Satria, meski sebelumnya telah menetapkan 4 tersangka.

Akan tetapi belakangan terungkap bahwa Putu diduga mendapat penganiayaan dari seniornya di STIP Jakarta lebih dari satu kali.

Terkait hal ini, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan, pihaknya akan mendalami dugaan tersebut.

"Ya kalau ada fakta baru pasti menjadi bahan penyidikan lebih lanjut," kata Gidion, Jumat 10 Mei 2024.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved