Mahasiswa STIP Tewas Dianiaya Senior

Kecewanya Ibu Putu Satria Taruna STIP Tewas Dianiaya Senior, Keluarga Pelaku Tak Ada Permintaan Maaf

Curhat ibu korban Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang tewas dianiaya senior, tak ada permintaan maaf dari keluarga pelaku.

|
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Kompas.com/ Yohanes Valdi Seriang Ginta/ Tribunnews.com
(kiri) Ibu korban Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang tewas dianiaya senior dan (kanan) pelaku penganiayaan junior STIP - Ibu korban mengungkapkan tak ada permintaan maaf dari keluarga pelaku usai menganiaya anaknya hingga tewas. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Curhat ibu korban Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang anaknya tewas dianiaya senior.

Seperti diketahui, korban bernama Putu Satria Ananta Rustika (19) tewas dianiaya senior di toilet kampus pada Jumat (3/5/2024).

Terbaru, ibu korban, Ni Nengah Rusmini mengungkapkan kekecewaanya kepada keluarga tersangka lantaran tak pernah datang atau menghubungi mereka untuk menyampaikan belasungkawa.

"Paling tidak kasih tahu lah anaknya, ajarkan kasih sayang pada anaknya. Itu manusia loh bukan binatang, hal apa yang diajarkan sehingga kok bisa anak saya diperlakukan seperti itu," kata dia di rumahnya, Kamis (9/5/2024). Dikutip dari Kompas.com

Lebih lanjut, Rusmini mengatakan belum ada permintaan maaf dari keluarga pelaku.

Kendati begitu, ibu korban merasa kecewa dengan sikap keluarga pelaku yang tidak ada itikad baik dengan keluarga korban.

"(Keluarga pelaku) belum (melayat) sampai sekarang. Saya wajahnya (pelaku) aja belum tahu, keluarganya ibunya dan ayahnya. Mungkin keluarga besarnya sama sekali enggak permintaan maaf ke keluarga kami. Kami sangat kecewa, enggak ada iktikad baik sama sekali," jelas Rusmini.

Rusmini berharap, tidak ada lagi korban kekerasan akibat tradisi senioritas di sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan tersebut.

Baca juga: Haru Isi Catatan Putu Satria Taruna STIP Tewas Dianiaya Senior, Ingin Mengangkat Derajat Keluarga

Ia juga meminta semua pihak untuk mengawal proses hukum para pelaku agar anaknya yang menjadi korban mendapat keadilan.

"Masih terus berusaha mencari bukti baru biar ada tersangka lain. Ini sangat ganjil saya melihat jenazah anak saya banyak luka kok ini cuma satu orang (pelakunya) enggak mungkin," terangnya.

Isak tangis ibunda Putu Satria, korban tewas dianiaya senior Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) saat mengiringi kepulangan jenazah.
Isak tangis ibunda Putu Satria, korban tewas dianiaya senior Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) saat mengiringi kepulangan jenazah. (TRIBUN BALI/Eka Mita Suputra)

Seperti diketahui, taruna STIP Jakarta asal Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali Putu Satria tewas di tangan seniornya, Tegar Rafi Sanjaya (21), di toilet kampus pada Jumat (3/5/2024).

Tegar menilai Putu kurang sopan karena masuk ke dalam kelas-kelas dengan menggunakan baju olahraga.

Akhirnya, Tegar membawa Putu bersama keempat temannya ke toilet pria yang berada di lantai dua kampusnya.

Tegar memukul Putu sebanyak lima kali di bagian ulu hati sampai terkapar dan lemas. Tegar juga menarik lidah Putu sampai jalur pernapasannya tertutup dan tewas.

Baca juga: Didatangi Menhub, Ibu Taruna Putu Satria Tewas Dianiaya Senior STIP Jakarta Menangis Minta Keadilan

Polisi Periksa 43 Saksi

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved