Mahasiswa STIP Tewas Dianiaya Senior

Tewas Dianiaya Senior, Terkuak Isi Grup Chat STIP ANGKATAN 66, Diduga Palsukan Kematian Putu Satria

ukti-bukti soal kematian Putu Satria terus muncul, salah satunya ada grup chat angkatan taruna STIP Jakarta, diduga kematian Putu hendak direkaya

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
IST Tribun Bali / Tribun News
Bukti-bukti soal kematian Putu Satria terus muncul, salah satunya ada grup chat angkatan taruna STIP Jakarta, diduga kematian Putu hendak direkayasa 

Gidion juga mengatakan, tak menutup kemungkinan nantinya penyidik akan turut memeriksa kekasih dari Putu Satria.

Korban Sempat Curhat ke Pacar

Polres Metro Jakarta Utara menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus penganiayaan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jakarta.

Kuasa hukum korban, Tumbur Aritonang, mengatakan kasus penganiayaan yang dialami Putu Satria diduga bukan pertama kali terjadi.

Pada Desember 2023, korban sempat curhat ke pacarnya dan menunjukkan luka lebam di dada.

Diketahui, korban merupakan taruna tingkat satu dan baru masuk STIP pada September 2023.

"Betul, sepertinya udah jadi kebiasaan di sana," ucapnya, Kamis (9/5/2024).

Curhat Putu Satria Junior Dianiaya Senior di STIP Hingga Tewas ke Pacar, Pernah Dipukuli Sejak 2023
Curhat Putu Satria Junior Dianiaya Senior di STIP Hingga Tewas ke Pacar, Pernah Dipukuli Sejak 2023 (IST Tribun News)

Dalam chat tersebut, korban mengaku menjadi incaran senior dan selalu menjadi korban pemukulan.

"Arti percakapannya kurang lebih begini 'aku dipanggil terus sama senior, dipukulin terus-terusan. Sakit dadaku, ulu hati terus yang diincer'. Itu artinya," jelasnya.

Tumbur Aritonang mengaku tidak mengetahui berapa kali korban mendapat pukulan dari seniornya.

"Enggak dijelaskan di chat, tapi dari artinya mungkin lebih dari sekali," imbuhnya.

Warga Bakar Foto Tersangka

Ribuan warga mengiringi jenazah Putu Satria Ananta Rastika (19), taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang tewas dianiaya senior, untuk melakukan upacara pengabenan.

Suasana duka pun terasa dari rumah duka di Banjar Bandung, Desa Gunaksa, hingga menuju ke Setra Desa Adat Gunaksa, pada Jumat 10 Mei 2024.

Kedua orangtua Putu Satria, Ketut Suastika dengan Nengah Rusmini berusaha tegar, melepas putra sulung mereka.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved