TOPIK
Kopi Sumsel
-
Punya aroma khas tersendiri dan bentuk ceri kecil, kopi robusta Empat Lawang memiliki sertifikat Indikasi Geografis (IG).
-
Bahkan saat ini, kota Pagar Alam sudah mulai mengekspor kopi ke dua negara yaitu Australia dan Malaysia.
-
Jenis kopi ini memang tidak akrab ditelinga warga di Lahat lantaran warga lebih mengenal kopi jenis Robusta dan Arabika.
-
Puncak musim panen raya untuk wilayah Kisam Raya dan sekitarnya diperkirakan terjadi pada pertengahan hingga ujung bulan Mei 2025
-
Sejak 1930-an, kampung Tempirai Raya telah dipenuhi warung kopi yang letaknya di bawah rumah panggung kayu.
-
Prospek pengembangan kopi Liberika diantara tanaman karet untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga petani di Kabupaten Ogan Komering Ulu.
-
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kota Pagar Alam saat ini lahan tanaman kopi di Kota Pagar Alam mancapai 8.085 Hektar.
-
Menjadi salah satu Kabupaten penghasil kopi di Sumatera Selatan, ternyata tanaman kopi di Lahat sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
-
Untuk itulah kini petani berharap ke depan pemerintah bisa menetapkan harga standar hingga ke tingkat petani.
-
Meski turun, namun para petani tampaknya tak terlalu khawatir. Pasalnya, mereka masih mendapatkan keuntungan cukup banyak di musim panen tahun ini.
-
Berdasarkan data yang ada di Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, ada 267.246 hektare lahan kopi tersebar di 13 Kabupaten/Kota.
-
Hal ini dilakukan para petani di wilayah Kisam Raya, OKU Selatan lantaran cuaca penghujan yang terjadi dalam dua pekan terakhir.
-
Baru-baru ini kopi asal Semende Kabupaten Muaraenim mengikuti festival kopi tingkat dunia yang diselenggarakan pemerintah Austria
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved