Siaga Bencana di Sumsel
Lipsus : Cuaca Ekstrem Terjang Sumsel, Rumah Rusak hingga Pohon Raksasa Tumbang
Dampaknya, sedikitnya empat titik di wilayah ini dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup signifikan.
Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur sebagian wilayah Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (25/4/2026) siang, memicu serangkaian insiden pohon tumbang. Cuaca ekstrem ini menyebabkan akses jalan di sejumlah titik dalam kota terblokir total.
Kepanikan sempat melanda warga di Kelurahan Sidakersa saat sebuah pohon kapuk berukuran raksasa ambruk. Pohon yang diyakini telah berusia puluhan tahun tersebut tumbang melintang dan menutup akses utama jalan kota.
Besarnya diameter batang pohon membuat petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten OKI kewalahan dalam proses evakuasi. Pegawai DLH OKI, Rosmawati, menjelaskan bahwa timnya langsung diterjunkan ke lokasi dengan membawa gergaji mesin (chainsaw) sesaat setelah menerima laporan.
"Petugas sudah mulai memotong ranting dan batang pohon kapuk tersebut agar jalan bisa segera dilalui kembali oleh masyarakat," ujar Rosmawati saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026) sore.
Ia menambahkan, proses evakuasi diprediksi memakan waktu cukup lama karena ukuran pohon yang luar biasa besar. Petugas terpaksa melakukan pemotongan secara bertahap untuk membersihkan material kayu dari badan jalan.
"Sebenarnya pohon kapuk ini sudah sering kami pangkas secara rutin, namun tetap tumbang akibat cuaca ekstrem. Kami upayakan proses evakuasi selesai sore ini," imbuhnya.
Satu Pengendara Motor Terluka
Teror pohon tumbang di Kayuagung hari ini tidak hanya melumpuhkan arus lalu lintas, tetapi juga memakan korban. Berdasarkan data yang masuk ke DLH OKI, musibah serupa terjadi di jalan poros Kelurahan Sukadana ujung yang mengarah ke Jalan Laut. Di lokasi tersebut, sebatang pohon tumbang menghantam seorang warga yang sedang berkendara.
"Di Kelurahan Sukadana, pohon tumbang menyebabkan seorang pengendara sepeda motor mengalami luka-luka," ungkap Rosmawati.
Selain itu, ancaman serupa juga terjadi di kawasan padat penduduk, tepatnya di Jalan Guru-guru. Lokasi pohon yang tumbang dilaporkan sangat dekat dengan pemukiman warga sehingga meningkatkan risiko kerusakan bangunan.
Mengingat banyaknya titik kejadian, Rosmawati menyebut tim evakuasi harus bekerja ekstra keras dan bergerak secara bergiliran. Saat ini, prioritas penanganan difokuskan pada pohon kapuk raksasa di Kelurahan Sidakersa guna memulihkan akses jalan utama.
"Penanganan di Sukadana akan dilakukan segera setelah proses evakuasi di depan Kelurahan Sidakersa selesai," pungkasnya..(tim)
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
Eksklusif
Multiangle
Meaningful
Liputan Khusus Tribun Sumsel
Aku Lokal Aku Bangga
Lokal Bercerita
mata lokal menjangkau indonesia
BMKG
Suryo Amrinata
| Potensi Hujan di Lahat Terjadi Hingga Maret, BPBD Imbau Warga Waspada Potensi Bencana |
|
|---|
| Belajar dari Banjir 2024, BPBD Imbau Warga OKU Waspada Kondisi Cuaca dan Pantau Tinggi Muka Air |
|
|---|
| Air Sungai Musi Pasang Diprediksi Hingga 13 Januari 2026, BMKG Imbau Masyarakat Waspada |
|
|---|
| OKU Punya Alat Pendeteksi Tinggi Muka Air Berbasis Digital, Jika Alarm Berbunyi Warga Harus Bersiap |
|
|---|
| Daftar 5 Daerah di Sumsel yang Rawan Terkena Banjir Bandang Hingga Tanah Longsor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/pohon-tumbang-oki-25-4-2026.jpg)