Siaga Bencana di Sumsel

Belajar dari Banjir 2024, BPBD Imbau Warga OKU Waspada Kondisi Cuaca dan Pantau Tinggi Muka Air

Masyarakat yang berdomisli di daerah rawan bencana Hidrometeorologi di antaranya Kabupaten OKU agar tetap meningkatkan kewaspadaan.

Penulis: Leni Juwita | Editor: Shinta Dwi Anggraini
DOK BPBD SUMSEL
WASPADA KONDISI CUACA -- Kondisi banjir di Ogan Komering Ulu (OKU) pada 2024 silam. Berkaca pada banjir yang yang menerjang hampir di seluruh wilayah OKU pada 2024 silam, BPBD mengimbau warga waspada dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini. 

Ringkasan Berita:
  • Masyarakat yang berdomisli di daerah rawan bencana Hidrometeorologi di antaranya Kabupaten Ogan Komering Ulu agar tetap meningkatkan kewaspadaan
  • Berkaca dari bencana banjir pada 2024 silam, masyarakat diimbau waspada kondisi cuaca
  • Selain untuk melakukan deteksi dini banjir semua pihak  bersama-sama memantau Tinggi Muka Air (TMA) yang rutin dilaporkan BPBD

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA -- Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan merupakan wilayah yang termasuk rawan terjadi bencana Hidrometeorologi (banjir, longsor dan angin puting beliung) sehingga warganya diimbau untuk selalu waspada. 

Apalagi Kabupaten OKU pada tahun 2024 silam pernah dilanda banjir yang merendam hampir seluruh bagian wilayahnya. 

Kepala Pelaksana BPBD OKU melalui Manager Posdalop, Gunafi menyampaikan, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diprediksi mengalami curah hujan dasarian pada kategori menengah.

Meskipun demikian, potensi kejadian cuaca ekstrem tetap perlu diwaspadai berkaitan dengan masih berlangsungnya periode puncak musim hujan di beberapa wilayah.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi terkini dari BMKG dan tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan bencana hidrometeorologi.

Curah hujan pada dasarian I Januari 2026 di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan berada pada kategori Menengah (50-150 mm).

Baca juga: Polres Ogan Ilir Bersama Jajaran Cek Arus dan Ketinggian Air Sungai Ogan, Antisipasi Dini Banjir

Wilayah Banyuasin bagian Timur, sebagian besar Musi Rawas, Empat Lawang bagian selatan, Pagar Alam bagian barat, Lahat bagian tengah, Muara Enim bagian tengah, Ogan Ilir bagian Selatan, OKI bagian barat dan selatan, OKU bagian Timur, dan sebagian besar OKU Timur berada pada kategori Tinggi (150-300 mm).

Sementara wilayah Musi Rawas bagian utara, Lahat bagian tengah, dan OKU Timur bagian Timur berada pada kategori Sangat Tinggi (>300 mm).

Pantauan di lapangan, Kota Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) sejak subuh sudah terlihat awan hitam tebal.

Sekitar pukul 07.00 WIB  hujan turun  namun tidak deras dan hanya berlangsung beberapa menit saja.

Hingga pukul 09.00 WIB cuaca tetap mendung dan  cuaca seperti ini sudah berlangsung berhari-hari sejak memasuki bulan Januari 2026.

Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu sebagain besar sudah paham apalagi OKU pernah merasakan pahitnya saat berada dalam kondisi banjir tahun 2024 lalu. 

Sekitar 80 persen penduduk Kabupaten OKU terdampak saat itu. 

Kewaspadaan ditingkatkan untuk melakukan deteksi dini banjir, semua pihak  bersama-sama diimbau rutin memantau Tinggi Muka Air (TMA) yang dilaporkan oleh petugas BPBD OKU.

Di mana ada petugas yang rutin BPBD memantau TMA melalui alat pendeteksi banjir bernama Level Gauge yang dipasang di tiga titik .

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved