Siaga Bencana di Sumsel

Daftar 5 Daerah di Sumsel yang Rawan Terkena Banjir Bandang Hingga Tanah Longsor

Kepala BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, menyikapi kondisi pasang air sungai Musi ditengah intensitas hujan yang cukup tinggi saat ini.

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Arief Basuki Rohekan
BANJIR - Wilayah Palembang yang Tergenang Banjir Beberapa Waktu yang Lalu. Daftar 5 Daerah di Sumsel yang Rawan Banjir Bandang Hingga Tanah Longsor 

Ringkasan Berita:
  • BPBD Sumsel menyebut hampir seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan rawan banjir, banjir bandang, dan longsor akibat tingginya intensitas hujan dan pasang Sungai Musi.
  • Sejumlah daerah seperti Palembang, OKI, OI, Banyuasin hingga Muba masuk kategori rawan banjir, sementara OKU Selatan, Lahat, dan Empat Lawang rawan longsor.
  • BPBD meningkatkan kesiapsiagaan personel, peralatan, serta pemantauan tinggi muka air dan menyebarkan informasi peringatan dini kepada masyarakat.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengungkapkan, mayoritas daerah di Sumsel rawan banjir.

Hal ini diungkapkan Kepala BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, menyikapi kondisi pasang air sungai Musi ditengah intensitas hujan yang cukup tinggi saat ini.

Menurut Iqbal, hasil pemetaan daerah rawan banjir, banjir bandang dan tanah longsor dari 17 Kabupaten kota di Sumsel, hampir semua daerah masuk kategori rawan.

Seperti wilayah rawan banjir bandang dan tanah longsor, di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Empat Lawang,  
Muara Enim, Pagaralam dan Lahat

Sedangkan wilayah rawan banjir terdapat di 11 daerah , yaitu di kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Kemudian Kabupaten Muara Enim, Musi Rawas (Mura), Musi Rawas Utara (Muratara), OKU Timur dan OKU.

"Pastinya, langkah untuk mengantisipasi pasang air sungai Musi dan potensi bencana banjir dan longsor pada musim hujan ini, diperlukan kesiapsiagaan personil dan peralatan di seluruh BPBD Kabupaten/Kota di wilayah Sumsel. Antara lain perahu karet, pelampung dan peralatan perlindungan lainnya," katanya, Minggu (28/12/2025).

Selain melakukan pemetakan daerah rawan banjir, banjir bandang dan tanah longsor, pihaknya juga memantau secara berkala tinggi muka air sungai Musi. Baik secara langsung maupun dengan memanfaatkan teknologi informasi pemantauan tinggi muka air sungai Musi.

"Kita juga akan menetapkan status siaga darurat bencana banjir, dan tanah longsor. Disamping menyiapkan dukungan logistik dan peralatan," ucapnya.

Baca juga: Bantuan Pakaian Untuk Korban Bencana Banjir Sumatera di Pali Masih Menumpuk & Belum Tersalurkan

Baca juga: Anggota Polsek Madang Suku I OKU Timur Siaga Pantau Sungai Komering, Antisipasi Potensi Banjir

Ditambahkan Iqbal, pihaknya juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan informasi cuaca terkini, dan menghimbau masyarakat untuk berhati-hati, jika beraktivitas diluar.

"Apalagi kondisi saat ini yang masih dalam kondisi puncak musim penghujan," tandasnya.

Dilanjutkan Iqbal, pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan lintas sektor, untuk mengantisipasi dan melakukan tindakan segera jika terjadi bencana.

Iqbal pun menerangkan warga dapat memperoleh informasi terkini tentang kondisi pasang air Sungai Musi melalui berbagai sumber yang update.

Diantaranya media Sosial BMKG, dimana BMKG membagikan informasi pasang surut air Sungai Musi melalui media sosial.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved