Siaga Bencana di Sumsel

Lipsus : Cuaca Ekstrem Terjang Sumsel, Rumah Rusak hingga Pohon Raksasa Tumbang

Dampaknya, sedikitnya empat titik di wilayah ini dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup signifikan.

Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Winando Davinchi
POHON TUMBANG - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur sebagian wilayah Kecamatan Kayuagung, Sabtu (25/4/2026) siang. Sejumlah pohon beberapa titik tumbang hingga menutupi akses jalan dalam kota. 

Ringkasan Berita:
  • Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang melanda Lubuklinggau, menyebabkan kerusakan di empat titik, termasuk rumah rusak, pohon tumbang, dan atap fasilitas umum terlepas.
  • Peristiwa ini dipicu masa pancaroba yang meningkatkan potensi angin kencang, hujan intensitas tinggi, hingga puting beliung di sejumlah wilayah.
  • BPBD mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, memangkas pohon berisiko, dan membersihkan saluran air untuk mencegah dampak lebih parah.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pada Sabtu (25/4/2026).

Dampaknya, sedikitnya empat titik di wilayah ini dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup signifikan.

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Lubuklinggau, Suryo Amrinata, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini pihaknya telah menerima empat laporan kerusakan akibat cuaca buruk tersebut.

"Satu unit rumah dilaporkan rusak parah di Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Selain itu, terdapat pohon tumbang di Lubuklinggau Timur II, atap halte di Taman Olahraga Silampari (TOS) yang terlepas, serta kerusakan pada atap Taman Olahraga Megang (TOM)," jelas Suryo saat dihubungi Tribunsumsel.com, Minggu (26/4/2026).

Suryo menjelaskan bahwa saat ini wilayah Lubuklinggau tengah memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Kondisi ini memicu tingginya potensi cuaca ekstrem di sejumlah titik.

"Fenomena ini sering kali membawa angin kencang, puting beliung, hingga hujan dengan intensitas tinggi seperti yang terjadi kemarin," ungkapnya.

Menurut perkiraan, pola cuaca akan mulai berubah pada Mei mendatang seiring masuknya musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Juli. "Puncak musim kemarau sendiri diperkirakan terjadi pada rentang Agustus hingga September," tambahnya.

Terkait kerawanan wilayah, Suryo menyebutkan bahwa potensi ancaman angin kencang di Lubuklinggau saat ini hampir merata. Namun, dalam beberapa hari terakhir, dampak paling sering dirasakan di Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Timur I, Timur II, dan Barat I.

"Keempat kecamatan tersebut merupakan wilayah yang paling banyak terdampak. Namun secara umum, seluruh wilayah Lubuklinggau tetap berpotensi mengalami hujan dan angin kencang intensitas tinggi," tegasnya.

Menyikapi kondisi ini, DPKPB mengimbau masyarakat Lubuklinggau untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk menebang pohon besar yang berada di lingkungan rumah jika dinilai membahayakan.

"Kami juga meminta warga untuk membersihkan aliran sungai atau selokan yang tersumbat agar tidak memicu bencana banjir saat hujan deras turun," tutupnya.

Agus Saksikan Puting Beliung Terjang Rumah

Musibah angin puting beliung yang menerjang kediaman Agus Mukjizat (32) di Blok A9, Perumahan Residence, Kelurahan Pasar I, Kecamatan Muara Enim, masih menyisakan trauma mendalam. Meski tidak menelan korban jiwa, terjangan angin tersebut merusak tempat tinggalnya dan menimbulkan kerugian material yang cukup besar.

Agus menceritakan, peristiwa pada Sabtu (25/4/2026) sore itu terjadi sangat cepat. Padahal, saat itu hujan belum turun meski langit sudah tampak mendung.

"Kejadiannya begitu cepat. Tanpa hujan, tahu-tahu datang angin kencang berputar langsung menghantam rumah. Beruntung saya dan anak saya cepat masuk ke dalam garasi sehingga tidak tertimpa material," ujar pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai masinis kereta api (KA) ini saat ditemui di kediamannya, Minggu (26/4/2026).

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved