Siaga Bencana di Sumsel
Potensi Hujan di Lahat Terjadi Hingga Maret, BPBD Imbau Warga Waspada Potensi Bencana
Untuk diketahui, setidaknya dalam satu bulan terakhir hujan terus membasahi wilayah di Lahat dengan intensitas rendah dan sedang.
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- BPBD Lahat mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan seiring puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung hingga Maret 2026.
- Meski belum ada bencana besar, sejumlah irigasi pertanian dilaporkan berpotensi jebol, terutama di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi.
- Warga di sekitar sungai, dataran rendah, dan perbukitan diminta waspada banjir dan longsor serta segera evakuasi jika muncul tanda bahaya.
Laporan Wartawan Sripoku.com, Ehdi Amin
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat, kembali mengingatkan warga di Bumi Seganti Setungguan agar meningkatkan kewaspadaan bencana yang bisa saja terjadi kapan pun.
Untuk diketahui, setidaknya dalam satu bulan terakhir hujan terus membasahi wilayah di Lahat dengan intensitas rendah dan sedang.
Sekretaris BPBD Lahat, Ananta menyebut, untuk saat ini belum ada wilayah di Lahat yang terdampak bencana besar akibat hujan, baik itu longsor maupun banjir.
Namun dari laporan pihak kecamatan, ada beberapa titik daerah pertanian, yang berpotensi terjadi bencana irigasi jebol akibat tak kuat menahan arus air.
"Sampai saat ini, belum ada laporan terkait bencana di Lahat. Baru ada laporan, soal irigasi yang berpotensi jebol di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi," ujar Ananta, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: Prakiraan Cuaca di Sumsel Hari Ini 26 Januari 2026, Berpotensi Hujan Ringan di Lahat, Empat Lawang
Baca juga: Prakiraan Cuaca di Sumsel 23 Januari 2026, Waspada Hujan Disertai Kilat di Muara Enim dan Lahat
Sementara, Kabid Kedaruratan BPBD Lahat, Ferry menerangkan, saat ini Kabupaten Lahat tengah masuki puncak musim penghujan.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan di Lahat akan berlangsung hingga Maret 2026 mendatang.
Kondisi tersebut tentunya, berpotensi memicu banjir, terutama di wilayah rawan seperti daerah aliran sungai dan dataran rendah.
"Warga yang berada di dekat aliran sungai, saluran irigasi dan area rawan, diminta waspada terhadap potensi banjir luapan. Untuk yang berada di area perbukitan dan didekat tanggul, waspadai tanda-tanda awal longsor maupun tanggul jebol. Segera menjauh dari lokasi jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, retakan pada tanggul, atau suara pergeseran tanah," terang Ferry.
Ferry menambahkan, langkah mitigasi sudah pihaknya lakukan, dengan menyampaikan informasi kepada masyarakat agar bersiap.
Apabila bencana banjir atau longsor terjadi, masyarakat kami imbau untuk melakukan evakuasi mandiri sesuai kondisi di lapangan.
"Bencana tidak bisa kita prediksi, kapan pasti akan terjadi. Langkah mitigasi sudah kita lakukan ke sejumlah titik rawan bencana. Namun yang paling penting, tetap menjaga kewaspadaan bersama," sampainya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Lipsus : Cuaca Ekstrem Terjang Sumsel, Rumah Rusak hingga Pohon Raksasa Tumbang |
|
|---|
| Belajar dari Banjir 2024, BPBD Imbau Warga OKU Waspada Kondisi Cuaca dan Pantau Tinggi Muka Air |
|
|---|
| Air Sungai Musi Pasang Diprediksi Hingga 13 Januari 2026, BMKG Imbau Masyarakat Waspada |
|
|---|
| OKU Punya Alat Pendeteksi Tinggi Muka Air Berbasis Digital, Jika Alarm Berbunyi Warga Harus Bersiap |
|
|---|
| Daftar 5 Daerah di Sumsel yang Rawan Terkena Banjir Bandang Hingga Tanah Longsor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Daftar-Sejumlah-Daerah-di-Sumsel-yang-Hari-Ini-30-November-2025-Berpotensi-Bakal-Hujan-dan-Petir.jpg)