Asusila Mahasiswi di Ogan Ilir

Breaking News: Kadus dan Pengurus Karang Taruna Jadi Tersangka Asusila Mahasiswi KKN di Ogan Ilir

Polisi akhirnya menetapkan dua tersangka di kasus dugaan asusila terhadap mahasiswi asal Palembang yang melaksanakan KKN di Ogan Ilir

|
youtube tribunsumsel
KETERANGAN POLISI- Kasat Reserse Polres Ogan Ilir, AKP Mukhlis. Dalam keterangan terbarunya, Sabtu (17/1/2026), AKP Mukhlis mengungkapkan Kepala Dusun dan pengurus Karang Taruna Desa Seri Kembang 1, Kecamatan Payaraman, Ogan Ilir resmi ditetapkan menjadi tersangka kasus asusila ke mahasiswi KKN. Meski begitu kedua tersangka belum ditahan. 

Sejak kedatangan pertama ke Seri Kembang 1 pada akhir Juli lalu, S kerap digoda oleh sekelompok pemuda desa setempat.

Yang paling sering menggoda yakni pengurus Karang Taruna berinisial HT dan Kadus 2 Desa Seri Kembang 1 berinisial SK.

"Dari awal kami datang, para pelaku memang sering datang ke posko sampai larut malam," kata S melalui perantara kepada TribunSumsel.com dan Sripoku.com, Rabu (10/9/2025).

Pernah suatu malam, S dan rekan mahasiswi lainnya tak keluar dari kamar.

 Kedua pelaku yakni HT dan SK tak terima dan mengancam akan membuat rapor buruk pada kegiatan mahasiswa KKN tersebut.

"Mereka gedor pintu kamar kami terus bilang 'saya kasih kecil nilai kamu'. Begitu bilangnya," ungkap S.

Baca juga: Usut Kasus Asusila Terhadap Mahasiswi UMP yang KKN di Ogan Ilir, Polisi Sudah Periksa Sejumlah Saksi

Hingga pada Kamis (28/8/2025) malam pukul 23.00 pada penutupan program KKN, HT dan SK mendatangi S ke dalam kamar.

S mengaku dilecehkan oleh kedua orang tersebut. 

Tak hanya itu, S juga mengaku dikurung bersama HT di dalam kamar.

Sementara kunci kamar dipegang oleh SK yang berada di luar kamar.

Menurut S, saat itu ada seorang rekannya sesama mahasiswi di dalam toilet di kamar tersebut.

Melihat kejadian tersebut, rekan S  mendorong kedua pelaku.

"Teman saya dorong dua orang itu tapi justru diseret keluar kamar. Saya mau keluar kamar juga tapi dipaksa ditarik ke dalam," tutur S.

S pun menangis dan berteriak minta tolong, namun kedua pelaku tertawa terbahak-bahak.

Pihak Kampus Berharap Selesai Kekeluargaan

Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) berharap kasus dugaan asusila yang dilaporkan mahasiswinya saat mengikuti KKN di Desa Seri Kembang 1, Kecamatan Payaraman, Ogan Ilir bisa diselesaikan secara kekeluargaan. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved