Berita Lahat
Sejumlah Wilayah di Lahat Masih Kesulitan Sinyal Internet, Bursah Zarnubi Temui Menkomdigi
Yang terbaru Burzah Zarnubi mendatangi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk membahas persoalan tersebut.
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Slamet Teguh
Laporan Wartawan Sripoku.com Ehdi Amin
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT - Bupati Lahat, Bursah Zarnubi kini tengah berusaha mengatasi masalah sulitnya sinyal internet atau wilayah blank spot di sejumlah kawasan Lahat.
Yang terbaru Burzah Zarnubi mendatangi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk membahas persoalan tersebut.
Bursah Zarnubi mengatakan, digitalisasi sangat dibutuhkan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah, termasuk di Kabupaten Lahat.
Namun jika dengan kondisi masih adanya wilayah yang sulit sinyal bahkan blank spot, peningkatan kualitas SDM di Lahat dipastikan sulit untuk terwujud.
"Anak-anak di desa ini, harus punya peluang yang sama dalam mengakses pendidikan berbasis teknologi. Jangan karena sinyal internet sulit kualitas pendidikan anak-anak di Lahat jadi tertinggal," kata Bursah Zarnubi, Kamis (26/6/2025) .
Bursah menambahkan, ia sudah bertemu langsung dengan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, menyampaikan perihal kondisi tersebut.
Hak itu menurutnya bukan hanya untuk di Kabupaten Lahat saja, melainkan untuk seluruh wilayah di Indonesia.
"Pertemuan itu jadi langkah awal yang penting, dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Khususnya dalam mendorong pemerataan transformasi digital di seluruh wilayah Indonesia," sampainya.
Baca juga: Mayoritas Wilayah Perbukitan, 90 Desa di Lahat Sumsel Susah Sinyal, 8 Blank Spot
Baca juga: 98 Desa di OKU Selatan Blank Spot, Tak Terjangkau Jaringan Seluler, Warga Kesulitan Akses Informasi
Sementara, Meutya Viada Hafid, menyatakan komitmennya untuk membantu mengatasi persoalan blank spot dan sinyal lemah di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan.
Meutya menyebut, pihaknya (Komdigi) akan mendorong operator seluler, untuk lebih aktif menjangkau wilayah yang belum terjangkau jaringan atau masih mengalami sinyal lemah.
“Kami akan bantu penanganan blank spot dan wilayah dengan sinyal lemah, termasuk di Kabupaten Lahat. Tapi pemerintah daerah atau desa, juga harus menyiapkan infrastruktur pasif agar operator seluler bisa segera membangun jaringan di sana,” ucap Meutya Hafid.
Meutya menekankan bahwa, perluasan jaringan komunikasi bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tapi juga menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, akses digital yang merata sangat penting, terutama bagi pelajar di daerah yang membutuhkan koneksi untuk belajar dan berkembang.
“Persoalan kemudahan akses jaringan ini memang harus dilakukan. Bukan hanya pelajar, pemerintah desa juga membutuhkan koneksi untuk membangun desanya. Karena itu, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan nantinya bisa berjalan dengan baik," tuturnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
Mampu Lakukan Efisiensi di Lahat, Presiden Prabowo Subianto Puji Bursah Zarnubi |
![]() |
---|
Modus Meminjam, Ardo Warga Lahat Gadai Motor Tetangganya Seharga Rp 4 Juta, Ditangkap Polisi |
![]() |
---|
2 Begal Asal Empat Lawang Gagal Beraksi di Lahat, Motor Dibakar Massa Hingga Pelaku Lari ke Kebun |
![]() |
---|
Hujan Tak Merata Terjadi di Lahat, BPBD Imbau Masyarakat Waspada Bencana |
![]() |
---|
Demi Jaminan Kualitas, Widia Ningsih Ungkap Pentingnya Sertifikasi Halal Bagi UMKM di Lahat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.