Berita Lahat

Mayoritas Wilayah Perbukitan, 90 Desa di Lahat Sumsel Susah Sinyal, 8 Blank Spot

Dari 360 desa di 24 kecamatan Kabupaten Lahat, ada 90 desa dari 22 kecamatan yang alami susah sinyal dan 8 desa dari tiga kecamatan yang blankspot.

Tayang:
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Shinta Dwi Anggraini
SRIPOKU/EHDI AMIN
Salah satu desa di Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat. Ada 9 desa di Kabupaten Lahat yang mengalami susah sinyal bahkan 8 desa lainnya mengalami blank spot. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT -- Sebagian masyarakat di Kabupaten Lahat, Sumsel masih banyak yang belum melek internet. 

Hal ini tidak lepas masih adanya warga desa yang belum mendapatkan pelayanan sinyal.  

Hal ini diakui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lahat.

Bahkan ada beberapa desa yang benar-benar tak dapat sinyal internet alias blank spot. 

Dari 360 desa di 24 kecamatan Kabupaten Lahat, ada 90 desa dari 22 kecamatan yang alami susah sinyal dan 8 desa dari tiga kecamatan yang alami blank spot. 

Untuk yang blankspot diantaranya Desa Air Lingkar, Kecamatan Pagar Gunung. Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung.

Desa Lawang Agung, Pajar Bulan, Lesung Batu, Mengkenang, Babatan dan Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Mulak Ulu.

Plh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lahat, Eti Listina, melalui Kabid Aplikasi dan Teknologi Informatika, Amri Siregar mengatakan, mayoritas pemukiman di Kabupaten Lahat ini merupakan wilayah perbukitan. 

Wilayah yang alami susah sinyal atau blank spot tersebut, utamanya berada di kawasan yang berada di kualitas kontur alamnya sulit jangkauan sinyal.

"Kalau susah sinyal, yang pasti dikarenakan jauhnya jarak antara pemancar dengan pengguna perangkat, seperti daerah-daerah perkebunan. Jadi bukan tidak ada sinyal, hanya sulit saja, biasanya ada sinyal di titik tertentu saja," kata Amri Siregar, Senin (11/11/2024).

Amri menambahkan, ada sejumlah upaya yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah susah sinyal tersebut. Salah satunya menambah tower Base Transceiver Stasion (BTS) atau tower penguat sinyal seluler (repeater).

"Solusi terbaik, dengan pemasangan pemancar di area susah sinyal atau blank spot. Pemasangan itu bisa menggunakan Dana Desa," ujar Amir.

Amri menuturkan, untuk saat ini pihaknya belum ada program untuk pemasangan tower penguat sinyal itu.

Namun jika ada desa yang ingin memasang alat tersebut, pihaknya bisa mencarikan provider yang mungkin tepat untuk desa tersebut.

"Jika desanya memang ingin keluar dari sulitnya dapatkan sinyal, itu bukan perkara susah. Tinggal keinginan kadesnya saja. Karena bisa gunakan dana desa," tutur Amri. 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved