Berita Palembang
Kampung Gerabah Palembang, Bertahan di Tengah Gempuran Modernisasi Untuk Menjaga Api Warisan
Di bangsal produksi gerabah di belakang rumah mereka, Dede menuturkan kisah pasang surut usaha yang mereka geluti.
Penulis: Syahrul Hidayat | Editor: Slamet Teguh
Para perajin di Kampung Gerabah memiliki spesialisasi produksi yang berbeda, namun mereka saling melengkapi untuk memenuhi permintaan konsumen.
Contohnya, perajin Suwardi fokus pada tempat kremasi, sementara Yoyok dikenal dengan celengannya.
Meski demikian, Efriyani juga menyampaikan harapan agar pemerintah dapat memberikan dukungan berupa pelatihan pembuatan cetakan yang lebih bervariasi dan tidak monoton, serta pelatihan pengecatan dengan warna-warna trendi.
"Belum bisa bentuk-bentuk lain seperti boneka, cat warna monoton kuning merah. Kalau bisa lebih variasi warnanya," harapnya, sembari berharap ada pelatihan khusus bagi remaja agar generasi penerus semakin banyak.
Meskipun konsumen berkurang, para perajin di Kampung Gerabah tetap berproduksi, terus mengukir harapan di setiap sentuhan tanah liat. Mereka adalah penjaga api warisan yang berjuang untuk tetap relevan di tengah gempuran zaman.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Pohon Tumbang dan Banjir Kepung Palembang, Kawasan 8 Ilir dan Sekip Jadi Titik Termacet |
|
|---|
| Cerita Intan Indah Lestari Jadi Peacekeeper di Lebanon, Kenang Komandan yang Gugur dalam Tugas |
|
|---|
| Diupah Rp4 Juta, 3 Kurir yang Bawa 5 Kg Sabu & 1.579 Ekstasi di Prabumulih Divonis 20 Tahun Penjara |
|
|---|
| Daftar 2 Dandim di Jajaran Korem 044/Gapo yang Resmi Berganti |
|
|---|
| Tergiur Untung Besar Bisnis Alat Berat via Facebook, Pensiunan di Palembang Tertipu Puluhan Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Dede-istri-Yoyok-perajin-gerabah-sedang-menyelesaikan-celengan-ayam-d.jpg)