Sidang TNI Tembak Mati Polisi Lampung
Kopda Bazarsah Tenteng Senjata Saat Penggerebekan Sabung Ayam, Peltu Lubis Ngaku Tak Tahu Ada Korban
Detik-detik penggerebekan judi sabung ayam dan judi koprok yang menewaskan tiga polisi anggota Polsek Negara Batin Lampung diungkap Peltu Lubis.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Detik-detik penggerebekan judi sabung ayam dan judi koprok yang menewaskan tiga polisi anggota Polsek Negara Batin Lampung diungkap Peltu Lubis, salah satu terdakwa dalam kasus ini.
Lubis mengaku, ia sudah tiba di lokasi tersebut sejak pukul 12:00 WIB setelah dijemput saksi Ivandri dari Koramil.
Ia mengatakan, pada saat kejadian penembakan ada sekitar 50 orang yang sedang bermain judi koprok.
"Saya sudah di sana sejak pukul 12 siang komandan, tapi saya duduk di tempat judi koprok," ujar Lubis kepada Ketua Majelis Hakim Pengadilan Militer I-04 Palembang Kolonel CHK Fredy Ferdian Isnartanto, Senin (16/6/2025).
Kemudian hakim ketua bertanya kepada saksi, kenapa sampai lari pada saat penggerebekan padahal sudah kenal dengan polisi.
"Kenapa saudara lari, kan katanya cees semua? Apa perasaan saudara waktu itu? saudara kan tentara, masa dengar suara tembakan aja lari," tanya Hakim.
Baca juga: Pengakuan Peltu Lubis Kasih Jatah Rp 1 Juta ke Kapolsek Setiap Buka Sabung Ayam : Sudah Akrab
Peltu Lubis menjawab "Kaget sama panik komandan, saya dengar suara tembakan tiga kali lalu tinggalkan Bazarsah. Lari sendiri saya sempat bertemu Bazarsah," jawab Peltu Lubis.
Saat berusaha lari dari tempat tersebut Peltu Lubis sempat berpakaian dengan terdakwa Kopda Bazarsah dan mengajak kabur bersama.
"Saya sempat ketemu Bazarsah komandan, dia sambil nenteng senjata. Katanya 'ayo bang ikut aku bang' tapi saya terus jalan ke arah berbeda," katanya.
Lubis terus berjalan sejauh kurang lebih 10 kilometer melintas perkebunan untuk menjauh dari lokasi tersebut.
Dalam perjalanannya Lubis sempat menghubungi Kapolsek Negara Batin AKP Anumerta Lusiyanto.
Lubis menelpon Kapolsek hendak bertanya dan memastikan soal suara tembakan yang ia dengar.
Sedangkan Kapolsek tidak mengangkat teleponnya. Saat itu ia belum tahu kalau Kapolsek sudah menjadi korban penembakan oleh terdakwa.
"Saya jalan terus mungkin sekitar 10 kilometer. Terus di jalan juga sekitar pukul 18:39 WIB saya sempat telepon Kapolsek buat nanya kejadian penembakan itu. Soalnya saya menduga suara tembakan itu pasti ada sesuatu (penggerebekan). Saya mau bertanya sebab kata Kapolsek kalau ada pergerakan dia ngabarin, tapi saya tidak ada info dan telepon tidak diangkat sama Kapolsek," tuturnya.
Dalam perjalanannya juga Lubis sempat menghubungi Dandim Way Kanan, untuk meminta arahan.
Besok Sidang Vonis Kasus Penembakan 3 Anggota Polisi Negara Batin, Berikut Kronologis Kasusnya |
![]() |
---|
Kopda Bazarsah Was-was Jelang Putusan, Berharap Vonis Hakim Lebih Ringan |
![]() |
---|
Pomdam Kerahkan Kekuatan Maksimal Amankan Sidang Vonis Bazarsah Besok |
![]() |
---|
Begini Suasana Doa Bersama dan Takziah di Rumah AKP Lusiyanto Jelang Vonis Bazarsah |
![]() |
---|
'Kami Yakin Ada Keadilan' Keluarga Polisi Tewas Ditembak Gelar Doa Bersama, Vonis Kopda Bazarsah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.