Pilgub Sumsel 2024

Janjikan Pendidikan dan Kesehatan, Program Andalan Para Paslon Pilgub Sumsel 2024, Perlu Uji Publik

Ketiga pasangan yang bertarung itu, yaitu Herman Deru- Cik Ujang (HDCU) yang diusung partai NasDem, Demokrat, PKS, Perindo, PBB dan PSI. 

Editor: Slamet Teguh
Kolase Tribunsumsel.com
(Kiri-Kanan) Herman Deru, Mawardi Yahya, Eddy Santana Putra yang bakal maju di Pilgub Sumsel 2024 

"Padahal pertanyaan pentingnya adalah, apakah semua program- progam yang dijanjikan ini, akan benar- benar dan dapat diimplementasikan secara nyata, ketika mereka terpilih dan bukan hanya sekedar retorika yang menyenangkan telinga," pungkasnya. (arf/nda)

Pilih dengan Bijak

Pengamat Ekonomi Sumsel Dr Sri Rahayu, menilai visi dan misi yang dijanjikan para bakal calon gubernur Sumsel, bagus-bagus semua.

"Namun harusnya membuat janji-janji itu ada perhitungan, apakah bisa dilaksanakan. Jadi takutnya sudah terpilih janji tidak dilaksanakan karena ada syarat dan ketentuan yang berlaku," kata Sri Rahayu, Selasa (17/9/2024)

Maka menurut Sri, kalau bikin janji-janji yang real-real saja, misal dimulai dari kegiatan kampanye yang menciptakan ada nilai ekonomi jangan hura-hura. Meskipun hura-hura ada ekonomi juga tapi sifatnya sekali lewat

"Sebaiknya mulai dari kampanye buat kegiatan yang bermanfaat, seperti mengadakan pelatihan, memberikan bantuan alat-alat yang dibutuhkan dan lain-lain, itu lebih mengena," sarannya.

Menurutnya, masyarakat itu capek hanya diberikan janji-janji, maka buat saja yang real yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. 

"Secara umum para kandidat yang ada bagus-bagus dan punya pengalaman. Ada yang sudah memajukan UMKM, ada yang peduli dengan UMKM dan lain-lain," katanya.

Terlebih para bakal calon gubernur dan wakil gubernur ini semua sudah berpengalaman. Tinggal masyarakatnya lah yang memilih.

"Sosok pemimpin untuk Sumsel itu harus visioner, punya keberanian dan amanah. Kita inginnya punya pemimpin yang pintar," katanya.

Menurutnya, kalau mau jadi kepala daerah jangan berpikir mau balikin modal. Kalau seperti itu jangan jadi kepala daerah.

"Sudah saatnya Sumsel dipimpin yang punya pemikiran global, tidak lokal. Kalaupun berpikir global bertindak lokal tidak apa-apa. Asal jangan berpikir lokal tapi tindakan jauh dari lokal," katanya 

Menurutnya, dari ketiga calon kepala daerah tersebut ada sosok yang sudah berpengalaman sebelumnya, yang bisa merubah situasi saat ini. Tinggal masyarakatnya saja yang harus memilih dengan bijak.

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved