Pilgub Sumsel 2024

Janjikan Pendidikan dan Kesehatan, Program Andalan Para Paslon Pilgub Sumsel 2024, Perlu Uji Publik

Ketiga pasangan yang bertarung itu, yaitu Herman Deru- Cik Ujang (HDCU) yang diusung partai NasDem, Demokrat, PKS, Perindo, PBB dan PSI. 

Editor: Slamet Teguh
Kolase Tribunsumsel.com
(Kiri-Kanan) Herman Deru, Mawardi Yahya, Eddy Santana Putra yang bakal maju di Pilgub Sumsel 2024 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), sesuai jadwal akan menetapkan Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, yang akan bertarung di Pilkada 2024 pada 22 September. 

Ketiga pasangan yang bertarung itu, yaitu Herman Deru- Cik Ujang (HDCU) yang diusung partai NasDem, Demokrat, PKS, Perindo, PBB dan PSI. 

Pasangan Mawardi Yahya- RA Anita Noeringhati (MATAHATI) yang diusung Gerindra, Golkar, PKB, PAN, PPP, Hanura, PKN, Gelora dan lainnya. 

Kemudian pasangan Eddy Santana Putra- Riezky Aprilia (ERA) yang diusung PDIP. 

Ketiga pasangan ini sudah mensosialisasikan program- program dan visi misinya untuk menjadi pertimbangan masyarakat nanti menentukan pemimpinnya untuk lima tahun ke depan, dengan prioritas bidang kesehatan dan pendidikan jadi hal utama. 

Seperti pasangan HDCU, dalam Visi, Misi, dan Programnya ingin melanjutkan pembangunan dengan “tujuh jalan” untuk mencapai Sumsel Maju Terus untuk Semua. Hal ini dapat diwujudkan bila diberi kepercayaan dan amanah oleh masyarakat Sumatera Selatan. 

“Tujuh Jalan” untuk mencapai Sumsel Maju Terus untuk Semua  di antaranya, mewujudkan masyarakat Sumatera Selatan yang berkualitas, sehat, cerdas, inovatif, produktif, berakhlak, berkeadilan, dan berkeadaban melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan sumber daya manusia Sumatera Selatan yang berdaya saing .

Kedua, mewujudkan ketahanan ekonomi berbasis sumber daya lokal dan berkelanjutan dalam kerangka ekonomi kerakyatan yang berkeadilan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. 

Ketiga, mewujudkan keterkaitan (nexus) yang kuat antara ketahanan pangan, ketahanan energi, dan kedaulatan air sebagai upaya mengatasai perubahan iklim. 

Keempat, meningkatkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi antar kabupaten/kota dan pelayanan dasar yang berkualitas dan ramah lingkungan. 

Kelima, memperluas kesempatan berusaha dan lapangan kerja serta perlindungan sosial yang terjaga untuk menurunkan angka kemiskinan.

Ke-enam, meningkatkan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik berbasis digital, menuju 
pelayanan publik yang berkualitas. 

Terakhir, mewujudkan kehidupan beragama, seni dan budaya dalam masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi dan berorientasi pada kearifan lokal.

Gubernur Sumsel periode 2028-2024 itu berjanji, jika dirinya kembali dipercaya masyarakat memimpin Sumsel, akan berusaha melanjutkan program- program yang positif pemimpin Sumsel sebelumnya, 

"Kita ketahui sudah sekian banyak Gubernur Sumsel mulai dari AK Gani memimpin Sumsel, masing- masing meninggalkan  legacy atau prasasti apapun peninggalan gubernur sebelumnya akan kami lanjutkan dalam program berlanjutan ini. Semoga pendukung dan keluarga yang ada disini sampaikan, kami akan melanjutkan program gubernur terdahulu, " tegas Deru.

Disisi lain, pasangan MATAHATI memilki tagline Sumsel Bangkit Bersama, dan bercita-cita ingin mengembalikan Kejayaan Sumatera Selatan (Sumsel) dengan 12 Program yang sudah disusun.

Yaitu, Mengembalikan berobat dan pendidikan gratis, Menyiapkan ekosistem pendukung untuk lapangan pekerjaan bagi millenial dan gen-z, Mengembalikan bantuan gubernur untuk desa, Mengembalikan bantuan gubernur untuk pondok-pondok pesantren, Meningkatkan tunjangan P2UKD tiap desa se-Sumatera Selatan, Meningkatkan tunjangan insentif rt/rw kelurahan se-Sumatera Selatan.

Kemudian, Meningkatkan tunjangan insentif bagi tenaga guru honorer, Meningkatkan infrastruktur dan ekonomi, Meningkatkan hasil produksi pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan, Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan serta SDM, Meningkatkan investasi dan pelayanan sosial, dan Mengembalikan kejayaan event dan prestasi olah raga, seni dan budaya di Sumatera Selatan.

Sedangkan, pasangan ERA meski punya slogan Era Baru, Perubahan Baru, Harapan Baru dan Pemimpin Baru untuk Sumsel. Mantan Walikota Palembang ini memiliki program sekolah dan berobat gratis seperti program Gubernur Sumsel sebelumnya. 

Dalam beberapa kesempatan Bakal calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Eddy Santana Putra (ESP), menjanjikan program berobat gratis bagi masyarakat Sumsel bisa terealisasi setahun, setelah ia menjabat Gubernur Sumsel. 

Jika janji politiknya tak teralisasi, maka tahun kedua jabatan sebagai Gubernur, ESP siap melepaskannya, sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. 

Eddy menjelaskan banyak masyarakat menyuruh untuk menjadi Walikota Palembang kembali, tetapi hal itu tidak bisa lagi karena ia sudah menjabat 10 tahun atau dua periode. Namun ada solusinya, adalah menjadikan dia sebagai Gubernur, karena dengan jabatan Gubernur bisa Bersinergi dengan pemerintahan kota Palembang dan daerah lain di Sumsel. 

Dia menjanjikan akan memperbaiki dan membaguskan kota Palembang dan Sumsel lebih luas. Juga masalah kesehatan, akan ditanggulangi, tidak boleh ada masyarakat Sumsel sakit tidak bisa berobat. Terkait infrastruktur jalan kurang baik, akan dia perbaiki, namun perhatian utama adalah banjir. 

Baca juga: Visi Misi Pasangan Mawardi Yahya-RA Anita Noeringhati di Pilgub Sumsel 2024, Ada 12 Program Kerja

Baca juga: Pilgub Sumsel 2024, ESP Janjikan Berobat Gratis: Tahun Kedua Berobat Masih Tidak Gratis, Saya Mundur

Perlu Uji Publik

Pengamat kebijakannya publik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr M Husni Tamrin menyatakan, jika visi misi dan program kandidat kepala daerah sebagai upaya untuk meyakinkan pemilih, umumnya cenderung pada hal- hal yang bersifat populis. 

Diakuinya, semua bicara tentang pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah dengan tekanan sedikit berbeda satu sama lain. 

"Tapi pertanyaan mendasarnya adalah, apakah visi misi dan program mereka tersebut, benar- benar berakar dari pemikiran yang serius dan menyuguhkan rencana intervensi yang konkrit, komprehensif dan adaptif. Ataukah sekedar retorika belaka?" paparnya. 

Ditambahkan Husni, selain sebatas bahan kampanye, belum terlihat secara komprehensif para paslon menyajikan gagasannya yang utuh dan implementable. 

"Boleh jadi, karena sampai hari ini masing- masing paslon masih sibuk berkampanye secara konvensional, aman, cenderung monolog, dan belum ada yang mau membuka ruang untuk dialog dan diskusi yang hangat, terbuka dan bersedia utk didebat atau dikritik secara langsung," jelasnya. 

Dengan kata lain, dilanjutkan Husni nyaris tidak ada uji publik dalam kampanye paslon selama ini. 

"Padahal pertanyaan pentingnya adalah, apakah semua program- progam yang dijanjikan ini, akan benar- benar dan dapat diimplementasikan secara nyata, ketika mereka terpilih dan bukan hanya sekedar retorika yang menyenangkan telinga," pungkasnya. (arf/nda)

Pilih dengan Bijak

Pengamat Ekonomi Sumsel Dr Sri Rahayu, menilai visi dan misi yang dijanjikan para bakal calon gubernur Sumsel, bagus-bagus semua.

"Namun harusnya membuat janji-janji itu ada perhitungan, apakah bisa dilaksanakan. Jadi takutnya sudah terpilih janji tidak dilaksanakan karena ada syarat dan ketentuan yang berlaku," kata Sri Rahayu, Selasa (17/9/2024)

Maka menurut Sri, kalau bikin janji-janji yang real-real saja, misal dimulai dari kegiatan kampanye yang menciptakan ada nilai ekonomi jangan hura-hura. Meskipun hura-hura ada ekonomi juga tapi sifatnya sekali lewat

"Sebaiknya mulai dari kampanye buat kegiatan yang bermanfaat, seperti mengadakan pelatihan, memberikan bantuan alat-alat yang dibutuhkan dan lain-lain, itu lebih mengena," sarannya.

Menurutnya, masyarakat itu capek hanya diberikan janji-janji, maka buat saja yang real yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. 

"Secara umum para kandidat yang ada bagus-bagus dan punya pengalaman. Ada yang sudah memajukan UMKM, ada yang peduli dengan UMKM dan lain-lain," katanya.

Terlebih para bakal calon gubernur dan wakil gubernur ini semua sudah berpengalaman. Tinggal masyarakatnya lah yang memilih.

"Sosok pemimpin untuk Sumsel itu harus visioner, punya keberanian dan amanah. Kita inginnya punya pemimpin yang pintar," katanya.

Menurutnya, kalau mau jadi kepala daerah jangan berpikir mau balikin modal. Kalau seperti itu jangan jadi kepala daerah.

"Sudah saatnya Sumsel dipimpin yang punya pemikiran global, tidak lokal. Kalaupun berpikir global bertindak lokal tidak apa-apa. Asal jangan berpikir lokal tapi tindakan jauh dari lokal," katanya 

Menurutnya, dari ketiga calon kepala daerah tersebut ada sosok yang sudah berpengalaman sebelumnya, yang bisa merubah situasi saat ini. Tinggal masyarakatnya saja yang harus memilih dengan bijak.

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved