Pemilihan Walikota Palembang 2024

Yudha-Baharuddin Duluan, Pengamat Ungkap Kendala Paslon Lain Belum Deklarasi di Pilkada Palembang

Iapun mengingatkan bakal kandidat lain untuk segera mendeklarasikan dirinya, agar tidak ketinggalan 'sepur' kereta, dan menegaskan dirinya maju Pilkad

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
Handout
Yudha-Baharuddin Duluan, Pengamat Ungkap Kendala Paslon Lain Belum Deklarasi di Pilkada Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Prof Dr Febrian mengatakan, dengan rencana pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang Yudha Pratomo Mahyuddin- Baharuddin mendeklarasikan dirinya secara resmi untuk maju Pilkada 2024, pada 27 Juli 2024 mendatang menunjukkan keduanya paling siap dibanding kandidat lain. 

Iapun mengingatkan bakal kandidat lain untuk segera mendeklarasikan dirinya, agar tidak ketinggalan 'sepur' kereta, dan menegaskan dirinya maju Pilkada

"Harusnya kandidat lain juga segera melakukan secara resmi deklarasi, jangan seperti ketinggalan sepur dalam artian secara umum. Jadi harus tegas," kata Febrian, Jumat (26/7/2024).

Febrian pun menilai, belum beraninya kandidat lain untuk melakukan deklarasi kemungkinan beberapa sebab, seperti Ratu Dewa persoalannya belum resmi pengundurkan dirinya diterima selalu ASN, meski dikabarkan per tanggal 1 Agustus resmi mundur.

"Hal sama juga dirasakan dengan Fitrianti  Agustinda belum resmi siapa wakil dan parpol koalisinya, sehingga tidak sama dengan kondisi Yudha-Bahar yang sudah siap dari awal, dan itu akan jadi buah simalakama bagi Dewa dan Fitri " paparnya. 

Diungkapkan Febrian, untuk dukungan partai politik sendiri Ratu Dewa, dengan bergabungnya partai Gerindra bersama PKB cukup (syarat minimal) karena dari dulu PKB siap untuk mengusung Ratu Dewa.

Sedangkan Fitri baru partai NasDem yang juga butuh koalisi untuk bisa diusung. 

"Nah, partai lain seperti PAN juga belum menetapkan kemana arah dukungan, termasuk PDIP dan Golkar, " ucapnya. 

Baca juga: Besok Yudha Pratomo-Baharuddin Bakal Gelar Deklarasi Maju Pilkada Palembang 2024 di Bawah Ampera

Baca juga: Peta Pilkada Palembang, Nandriani Masih Optimis Maju, Golkar, PDIP, PAN, PKB Belum Tentukan Pilihan

Ditambahkan Febrian, untuk koalisi parpol di Pilkada sendiri ia menilai koalisi akan cair, dan sulit untuk terealisasi koalisi yang sama di Pilpres lalu di Pilkada

"Kalau koalisi beda tidak sama dengan pilpres, tapi kalau koalisi nanti seperti pilpres di koalisi Pilkada itu kebetulaan saja. Karena memang punya arah yang sama dengan pilpres sama saja, 'tuturnya. 

Febrian pun tak memungkiri jika nanti kandidat lainnya ada yang tidak melakukan deklarasi, dikarenakan dianggap tidak terlalu penting dan berpengaruh. 

"Mungkin konsepnya berbeda tidak dianggap penting deklarasi, tapi ini orang tahu bakal kemudian maju. Tapi dalam konteks orang membutuhkan kepastian bisa saja sudut pandang berbeda dari masyarakat. Tapi yang pasti, Yudha- Bahar mengganggap deklarasi besok, mungkin dianggap tanggal baik, hari baik, dan bulan baik, " tandasnya seraya bisa saja deklarasi lebih cepat lebih baik. 

Febrian pun menganggap saat ini ditunggu keputusan partai politik yang belum menentukan sikap, apakah akan membuat poros baru atau bergabung dengan mengusung kandidat yang sudah ada. 

"Menariknya berapa partai belum menentukan sikap dan calon belum clear menyampaikan. Seperti partai Golkar yang memiliki 8 kursi kurang 2 kursi lagi, dan bisa saja menggandeng partai lain, " tuturnya. 

Dilanjutkan Febrian, dengan kondisi saat ini Pilkada Palembang bisa saja diikuti 4 pasangan calon, dengan syarat parpol yang belum menentukan sikap sepakat berkoalisi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved