Berita Prabumulih
Harga Cabai Merah Kriting di Prabumulih Tembus Rp 65 Ribu Perkilo Jelang Hari Raya Idul Adha 2024
Jelang lebaran harga kebuutuhan pokok mengalami kenaikan termasuk harga cabai merah keriting mengalami kenaikan drastis
Penulis: Edison | Editor: Slamet Teguh
Laporan wartawan Tribun Sumsel, Edison Bastari
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Jelang lebaran harga kebuutuhan pokok mengalami kenaikan termasuk harga cabai merah keriting mengalami kenaikan drastis mencapai Rp 60 ribu-65 ribu perkilogram.
Jika empat hari terakhir harga cabai merah di kisaran Rp 40 ribu perkilogram kini mengalami kenaikan mencapai Rp 20 ribu-25 ribu perkilogram menjadi harga Rp 60 ribu-65 ribu per kilogram.
"Iya harga cabai keriting mengalami kenaikan sudah sejak empat hari terakhir, harga sekarang Rp 60 ribu-65 ribu perkilogram," ungkap Lazy, satu diantara pedagang pasar inpres kota Prabumulih kepada wartawan.
Lazy mengungkapkan, harga mengalami kenaikan karena stok yang sebelumnya mengalami kelangkaan dan selain itu kenaikan disebabkan jelang lebaran Idul Adha dimana kebutuhan cabai meningkat.
"Kalau kemarin stok susah didapat, petani baik dari Pagaralam maupun dari daerah lain pasokan sedikit," ungkapnya seraya mengatakan meski kebutuhan meningkat namun warga membeli dalam jumlah sedikit.
Hal yang sama disampaikan Wati, pedagang cabai keriting lainnya ketika diwawancarai wartawan saat menggelar dagangan.
Menurut Wati, saat ini harga cabai keriting di kisaran Rp 60 ribu perkilogram dan pembeli juga beli sedikit-sedikit.
"Karena mahal, orang jadi beli secukupnya, biasanya beli sekilo tiap pembeli jadi hanya seperempat kilo, ini jadi kendala kita," ungkapnya.
Baca juga: Jelang Lebaran Idul Adha, PJ Wako Prabumulih Sidak Pasar Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
Baca juga: Asal Parkir di Badan Jalan dan Trotoar, Kendaran Bakal Digembok Oleh Dishub Prabumulih
Disinggung kenaikan harga karena apa, pihaknya tidak tahu secara pasti namun beberapa seminggu terakhir stok cabai dari distributor sulit didapat.
"Mungkin petani-petani di daerah seperti pagaralam itu fokus ke usaha lain, kan harga kopi naik drastis, mungkin mereka fokus ke kopi sehingga cabai tidak begitu dipedulikan," bebernya.
Sedangkan Indriani, satu diantara ibu rumah tangga mengaku karena harga naik jadi terpaksa mengurangi jumlah beli.
"Biasa beli satu kilo jadi beli setengah kilo atau seperempat saja," katanya ketika dibincangi.
Sementara itu sebelumnya, Pj Walikota Prabumulih H Elman ST MM meyakini kenaikkan harga barang hanya sampai Minggu (16/6/2024) mendatang karena setelah lebaran Idul Adha akan turun.
"Biasa harga naik jelang lebaran itu, nanti lihatlah pada Minggu malam sudah turun, biasa terjadi ini," katanya seraya mengatakan Pemkot Prabumulih rutin menggelar kegiatan pasar murah dan pangan murah untuk atasi inflasi.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
3 Pejabat di Polres Prabumulih Dirotasi, AKP Baratanata Jabat Kasi Humas |
![]() |
---|
Ribut Dengan Istri, Pria di Prabumulih Ditemukan Tewas Tak Wajar, Tulis Surat Perpisahan Untuk Anak |
![]() |
---|
10.350 Batang Bibit Karet dan Sawit Dibagikan Wali Kota Prabumulih, Harap Ekonomi Petani Meningkat |
![]() |
---|
Atasi Banjir, Pemkot Prabumulih Perbaiki Sejumlah Drainase, Imbau Warga Soal Pembuatan Plat Duiker |
![]() |
---|
Bongkar 2 Rumah Warga, Pemuda di Prabumulih Kini Ditangkap Polisi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.