Berita Palembang
Menakar Banjir pada Calon Walikota Palembang, Akankah Ada Solusi ?
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, di saat musim penghujan mulai mengguyuri Palembang dampak ikutannya pun terjadi yakni banjir perkotaan.
Kemampuan komunikasi lingkungan, yaitu mampu memaknai kondisi alam yang ada, mengimplementasikannya dalam kebijakan, dan menjamin terlaksana di tataran praktis.
Tidak hanya sebatas retorika, tapi nyata dalam implementasi. Makna Palembang sebagai kota air harus betul-betul tertanam, alih-alih Palembang sebagai kota industri di daratan.
Melihat semua potret pembangunan yang terkait lingkungan alam Palembang di atas, wajar jika lambat laun, dari tahun ke tahun, area terdampak banjir makin meluas.
Siapa yang bisa membereskan itu, ya Pemerintah Kota karena memang tugasnya selaku pemegang kebijakan ada di wilayah itu.
Itulah gunanya pemerintah, dipilih dan dikontrak politik oleh rakyat melalui pemilukada untuk mengatasi masalah masyarakat.
Sekarang ini, mumpung masih dalam proses akan memilih pemimpin kota untuk 5 tahun ke depan, cermatilah sosok-sosok calon pemimpin tersebut.
Di berbagai media sudah ada yang digadang-gadang berpotensi maju dalam pencalonan nanti.
Ada sosok petahana Fitrianti Agustinda dan Ratu Dewa selaku Pj Walikota saat ini. Selain itu ada pula nama Akbar Alfaro, Prima Salam, Yudha Mahyudin, Basyarudin Ahmad, H Nasrun Umar, Syaiful Fadli, dan Charma Afrianto.
Semua sudah disebut-sebut dan bahkan sudah mulai “pemanasan” menyodorkan diri di berbagai baliho.
Fitrianti Agustinda sudah berpengalaman mendampingi Harnojoyo saat jadi Walikota sebelumnya.
Selama itu pula, harus jujur diakui, masalah banjir ini belum menunjukkan kuantitas penurunan.
Begitu juga Ratu Dewa yang berpengalaman sebagai Sekda Kota, juga belum terlihat kapasitasnya mengantisipasi soal krusial ini.
Mungkin saja jadi alasan karena saat itu mereka belum sebagai pemegang kebijakan tertinggi, jadi kiprahnya belum terlihat. Bisa jadi.
Tapi bisa saja ini dijadikan alasan untuk mencari sosok yang “baru”, yang betul-betul belum masuk dalam ranah birokrasi dan rekam jejaknya memang sudah punya wawasan luas dalam melihat topografi alam.
Persoalannya adalah, apakah di antara sosok-sosok tersebut ada yang punya visi misi, wawasan jelas, serta terukur dalam menyelesaikan soal banjir di Palembang ini? Mari kita nilai bersama dan kalau perlu buat kontrak politik, “Siap Mundur Jika Palembang Tetap Banjir dalam 5 Tahun ke Depan”. Kita tunggu. (Dr. Yenrizal, M.Si. Dosen Komunikasi Lingkungan FISIP UIN Raden Fatah).
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Lahirkan ‘Piagam Palembang’, Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 Perkuat Ekosistem Syariah Nasional |
|
|---|
| Kisah Pilu Adi, Terbangun dari Tidur Saat Api Sudah Membesar: Hanya Ijazah yang Bisa Diselamatkan |
|
|---|
| Rumah Dua Lantai di Demang Lebar Daun Hangus Terbakar Diamuk Si Jago Merah |
|
|---|
| Disimpan Dalam Tas di Kelas, HP 3 Siswa SDN 83 Palembang Hilang, Orangtua Lapor Polisi |
|
|---|
| Daftar Promo Spesial Hari Kartini 20-23 April 2026, Khusus Perempuan, Ada Chatime Buy 1 Get 1 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Dr-Yenrizal-MSi-Dosen-Fisip-UIN-Raden-Fatah-Menakar-Banjir-pada-Calon-Walikota-Palembang.jpg)