Berita Palembang
Menakar Banjir pada Calon Walikota Palembang, Akankah Ada Solusi ?
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, di saat musim penghujan mulai mengguyuri Palembang dampak ikutannya pun terjadi yakni banjir perkotaan.
Ada yang beralih fungsi secara total menjadi daratan karena ditimbun.
Data menunjukkan ada sekitar 221 anak Sungai Musi yang sudah tak terlihat lagi (Wijaya, 2020).
Ada juga anak sungai tersebut beralih fungsi menjadi tempat sampah, semak-semak, dan bahkan dipersempit dengan pendirian bangunan.
Aliran yang sebelumnya lancar kini tersendat dan masa musim hujan jadi penyakit tersendiri.
Memang di beberapa tempat sudah ada program normalisasi sungai, seperti Sekanak Lambidaro dan Sekip Bendung, tetapi hujan tidak hanya turun daerah itu. Sungai di Palembang juga bukan hanya itu saja.
Ketiga, munculnya kawasan pemukiman baru yang cenderung abai atau bahkan tak memiliki aturan tata ruang yang jelas.
Sebagai contoh, perhatikan pembangunan jalan raya dan pemukiman di daerah Talang Jambe atau sebagian daerah Talang Kelapa-Tanjung Barangan, yang semuanya hampir tak memiliki fasilitas gorong-gorong atau got.
Pendirian bangunan terus berjalan, pengecoran jalan pun tetap berlanjut, tapi saluran air tak disiapkan.
Saat musim hujan, airpun menumpuk di sisi jalan dan halaman rumah.
Pemerintah pantas diberikan tudingan karena pembangunan jalan dan gorong-gorong adalah tugasnya pemerintah.
Keempat, tingginya intensitas bangunan fisik berbanding terbalik dengan pengetahuan tata kelola air.
Disebabkan Palembang memang daerah dataran rendah, di mana meresapnya air ke tanah tidak bisa berlangsung cepat, maka sejatinya harus diperhitungkan secara matang lokasi pendirian bangunan yang tidak akan berefek pada tumpukan air.
Di daerah cekungan semestinya tidak didirikan bangunan. Kalaupun mesti didirikan, harus ada rekayasa aliran air yang betul-betul detil.
IMB adalah perangkat pengontrol ini dan itu lagi-lagi wewenangnya pemerintah.
Kelima, apakah Palembang sudah memiliki grand design tata kelola air yang bisa memprediksi kondisi 50 tahun ke depan? Kalau ada, pasti antisipasi sudah terlihat.
| Lahirkan ‘Piagam Palembang’, Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 Perkuat Ekosistem Syariah Nasional |
|
|---|
| Kisah Pilu Adi, Terbangun dari Tidur Saat Api Sudah Membesar: Hanya Ijazah yang Bisa Diselamatkan |
|
|---|
| Rumah Dua Lantai di Demang Lebar Daun Hangus Terbakar Diamuk Si Jago Merah |
|
|---|
| Disimpan Dalam Tas di Kelas, HP 3 Siswa SDN 83 Palembang Hilang, Orangtua Lapor Polisi |
|
|---|
| Daftar Promo Spesial Hari Kartini 20-23 April 2026, Khusus Perempuan, Ada Chatime Buy 1 Get 1 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Dr-Yenrizal-MSi-Dosen-Fisip-UIN-Raden-Fatah-Menakar-Banjir-pada-Calon-Walikota-Palembang.jpg)