Berita Palembang

Menakar Banjir pada Calon Walikota Palembang, Akankah Ada Solusi ?

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, di saat musim penghujan mulai mengguyuri Palembang dampak ikutannya pun terjadi yakni banjir perkotaan.

Dok Pribadi
Dr. Yenrizal, M.Si. Dosen Fisip UIN Raden Fatah. Menakar Banjir pada Calon Walikota Palembang, Akankah Ada Solusi ? 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, di saat musim penghujan mulai mengguyuri Palembang dampak ikutannya pun terjadi yakni banjir perkotaan.

Saat hujan terasa begitu deras dan lebih dari 1 jam, genangan air pun tercipta di mana-mana.

Tidak sebatas genangan kecil, bentuknya lebih pada air yang meluap, kelebihan kapasitas, kira-kira begitu.

Di tempat yang sedari dulu sudah langganan banjir, pasti sudah bagai kolam.

Seolah-olah penyakit menular, ternyata luapan air menyasar pula ke lokasi yang tahun-tahun sebelumnya kering.

Alhasil, luasan terdampak banjir di Palembang semakin menyebar.

Mungkin benar prediksi banyak pihak bahwa sekitar 20-30 tahun lagi Palembang akan jadi Venesia dari Timur dalam arti yang sebenarnya, tenggelam dan yang ada danau (Wijaya, 2020).

Mengapa banjir terus meluas? Hukum ekologi dari Barry Commoner memberi jawaban sederhana.

“Segala sesuatu di alam akan terhubung dengan yang lainnya. Semua di alam akan pergi ke suatu tempat” (Foster, 2012). Itu hukum alam, sulit untuk membantahnya.

Baca juga: Saluran Air Diperkecil Hingga Buang Sampah Sembarangan Disebut Jadi Penyebab Banjir di Palembang

Maka bisa dilihat bagaimana sebetulnya potret perlakuan lingkungan di Palembang dalam beberapa dasawarsa terakhir, sehingga banjir menjadi identitas.

Pertama, pembangunan fisik terus digenjot dengan berbagai alasan.

Gedung perkantoran terus diperluas, rumah-rumah toko (ruko) semakin panjang berjejer di berbagai sisi jalan, komplek-komplek perumahan baik komersial maupun subsidi terus mengembangkan diri.

Sekian luas areal yang sebelumnya menjadi daerah resapan air, ditimbun dan berganti dengan ragam bangunan diatasnya.

Air tak akan bisa ditahan, sudah hukumnya ia akan terus mengalir dan mencari tempat yang rendah bisa digenangi.

Kedua, ratusan anak-anak Sungai Musi kini sudah beralih fungsi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved