Berita OKI

Viral Puluhan Kerbau Mati Mendadak di Pampangan Kabupaten OKI, Peternak Sebut Rugi Ratusan Juta

Peternak Kerbau di Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengalami kerugian hingga ratusan juta akibat ternak mereka mati mendadak.

Tribun Sumsel
Puluhan kerbau di daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dikabarkan mati mendadak. Video viral ini diunggah dan dibagikan oleh akun media sosial @sumsel.terciduk pada Sabtu (13/4/2024) pagi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Puluhan kerbau di Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dikabarkan mati mendadak.

Video viral ini diunggah dan dibagikan oleh akun media sosial @sumsel.terciduk pada Sabtu (13/4/2024) pagi.

Melalui tiga video unggahan yang  bagikan, kematian massal hewan ternak tersebut hingga kini masih belum diketahui penyebabnya.

Tiba-tiba saja beberapa kerbau sudah terbujur kaku dan tergeletak di tanah dan sebagian di kubangan lebak rawa.

"Ini dia kerbau mati, ada total 18 ekor yang mati di satu tempat, gila," ujar pria dalam video menggunakan bahasa daerah setempat.

Tidak hanya itu, dalam video lain juga terdapat suara wanita sembari menunjukkan seekor kerbau yang sekarat hampir mati yang berada di dalam air lebak rawa.

"Nah, inilah penyakitnya kasian sekali melihatnya, kasian lihatnya. Laju matilah itu," bebernya, sembari terlihat kerbau yang sudah tidak bergerak.

Baca juga: Belasan Kerbau Mati Mendadak, Virus Ngorok Terdeteksi Mulai Menjangkiti Hewan Ternak di OKI

Baca juga: Meriahkan Lebaran Idul Fitri 1445 H, Warga Kayuagung OKI Antusias Ikuti Tradisi Midang Bebuke

Dikonfirmasi terpisah, salah satu peternak sebut saja Yanto yang  membenarkan adanya ratusan kerbau milik warga di Kecamatan Pampangan yang mati mendadak.

"Kalau awalnya punya kami (kakak beradik) disini ada kurang lebih 200 ekor. Sekarang tinggal sekitar 20 ekor saja dan sisanya banyak mati," katanya.

Dikatakan untuk kerbau peliharaan tersebut selama ini diternakkan di dalam hutan dengan cara diliarkan.

"Makanya sisa yang masih hidup itulah yang kami rencananya untuk ditangkap, supaya bisa di urus dan lalu dijual," ungkapnya.

Menurut dia, rata-rata harga jual  kerbau yang dipeliharanya bernilai puluhan juta per ekornya. Itupun tergantung dengan ukuran bobot dan jenis kelamin.

"Tergantung berat, paling mahal ada yang jual Rp 15 sampai Rp 20 juta. Kalau dihitung rugi sudah pasti banyak," 

"Supaya tidak stress, ini tinggal lagi untuk yang mati kita anggap tidak ada saja," paparnya.

Saat disinggung apakah penyebab matinya kerbau-kerbau tersebut, ia belum dapat menjelaskan secara rinci dan jelas.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved