Breaking News:

Berita OKI

Update Pengadaan Lahan Exit Tol Mesuji-Lintas Timur, 184 Sudah Ganti Rugi, Selesai Desember 2021

Hingga bulan Agustus 2021 ini, terdapat dua desa dengan total 184 persil sudah diganti rugi untuk pengadaan lahan exit Tol Mesuji-Lintas Timur.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Pengaspalan di lahan HGU perusahaan di Desa Mukti Sari (Bambu Kuning, Red) Kecamatan Lempuing Jaya, Kamis (19/8/2021). Sepanjang 3 kilometer pengaspalan telah rampung untuk exit tol Mesuji-Lintas Timur. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Proyek pembangunan exit Tol Mesuji-Lintas Timur yang berada dalam ruas Pematang Panggang – Kayuagung (PPKA) terus digarap. Saat ini, progres pembangunan jalan tol itu masih dalam tahapan persiapan pembebasan lahan.

Kepala Dinas Pertahanan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Dedi Kurniawan mengatakan exit tol sejauh 19,35 kilometer ini akan melewati 7 Desa yang berada di dua Kecamatan yakni Lempuing Jaya dan Mesuji Raya.

Hingga bulan Agustus 2021 ini, terdapat dua desa dengan total 184 persil rumah yaitu Kemang Indah dan Mataram Jaya, Kecamatan Mesuji Raya yang telah diselesaikan ganti rugi lahan.

"Pembayaran ganti rugi sudah clear, saat ini satuan kerja (Satker 3,5 pengerjaan jalan) dari Balai Provinsi Sumatera Selatan. Sudah tahap pembebasan lahan dan mulai melakukan pengaspalan jalan," jelasnya saat dikonfirmasi langsung, Kamis (19/8/2021) siang.

Selain itu, terdapat titik lain yang telah rampung dikerjakan yakni d ijalan perkebunan kelapa sawit yang masuk lahan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan yang ada di Desa Mukti Sari (Bambu Kuning, Red) Kecamatan Lempuing Jaya.

"Untuk jalan tersebut sudah dilebarkan dan pengerjaan pengaspalan sepanjang 3 kilometer telah sepenuhnya selesai," jelasnya.

Dalam waktu dekat sebanyak 300 persil yang berada di Desa Sumbusari, Kecamatan Mesuji Raya juga akan dibayarkan ganti rugi lahan.

"Target kami untuk Desa Sumbusari akhir November sudah dapat dibayarkan. Sekarang masih ada kendala dimana ada 70 rumah yang lokasinya masuk lahan hijau atau yang tanahnya memang milik pemerintah. Tetapi untuk bangunan dan tanam tumbuh masih tetap masuk hitungan ganti rugi lahan,"

"Jika permasalahan tersebut selesai, maka barulah memasuki tahap pembayaran," terang Dedi.

Baca juga: 45 Pelamar CPNS OKI Lulus Sanggah, Proses Administrasi Selesai, Jadwal SKD Terkendala Kasus Covid

Selanjutnya untuk Desa Mukti Sari, Sungai Belida sampai Lubuk Seberuk yang masuk Kecamatan Lempuing Jaya dengan jumlah 660 persil. Kemungkinan memasuki tahap ganti rugi lahan paling lambat bulan Desember mendatang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved