Breaking News:

Berita OKI

Update Sidang Menantu Bunuh Mertua Pakai Racun Biawak di OKI, Dewi Minta Keringanan

Sidang  terdakwa Dewi Asmara (49) yang diduga membunuh Noni (61) yang merupakan mertuanya sendiri dengan racun biawak di OKI kembali digelar.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Sidang pembelaan atau pledoi, Rabu (892021) siang, yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Kayuagung terdakwa Dewi memohon keringanan kepada majelis hakim. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Sidang  terdakwa Dewi Asmara (49) yang diduga membunuh Noni (61) yang merupakan mertuanya sendiri dengan racun biawak di OKI kembali digelar.

Pada Persidangan Sebelumnya,  Dewi Asmara dituntut 18 tahun penjara.

Dipersidangan kali ini, Rabu (8/9/2021) siang, yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Kayuagung terdakwa memohon keringanan kepada majelis hakim.

Pada persidangan pembelaan (Pledoi), Candra Eka Septawan SH selaku penasihat hukum terdakwa mengatakan mengajukan pembelaan dengan pertimbangan bahwa terdakwa sudah kooperatif dan menyesali perbuatannya.

"Selain itu, terdakwa telah mengakui perbuatannya dan merupakan tulang punggung keluarga. Kalau soal perbuatan yang bersangkutan, diakan sudah mengakui jadi tidak bisa lagi mau dibantah dan sudah dijelaskannya semua termasuk niat membunuh untuk apa," ujarnya dalam persidangan.

Dikatakan lebih lanjut, harapan mereka meminta hukuman yang sering-ringannya kepada majelis hakim terhadap tuntutan jaksa penuntut umum. 

"Kami berharap permohonan tersebut dapat dikabulkan," terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir, Sosor S Pangabean SH membenarkan terdakwa meminta keringanan kepada hakim dalam persidangan itu.

"Dan juga apa yang diperbuat oleh terdakwa ini setidaknya PH-nya sepakat yaitu cuma meminta keringanan saja. Sedangkan dari kita sendiri tidak keberatan atas pledoi itu serta tetap pada tuntutan," tuturnya singkat.

Baca juga: Breaking News: Menantu di Tulung Selapan Racuni Mertua dengan Racun Biawak, Mertua Langsung Tewas

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim, I Made Kariana yang memimpin jalannya persidangan, mendengarkan pledoi yang disampaikan penasihat hukum yang memintai terdakwa agar jangan menangis.

"Intinya pleodoi ini memohon keringanan dan bukan meminta bebas, Terdakwa jangan menangis, semoga dengan adanya kejadian ini, kita menyadari dimana letak kesalahan yang ada," tuturnya.

Majelis hakim kembali akan menggelar persidangan selanjutnya yaitu dengan agenda putusan.

"Sidang putusan rencananya akan digelar Rabu (22/9) atau 2 Minggu mendatang," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved