Berita Palembang

Modus Pengobatan Alternatif, Warga Asal Deli Serdang Kuras Puluhan Juta, Diamankan di Palembang

Modus pengobatan alternatif, Kurniawan menguras harta korban puluhan juta. Pelaku adal Deli Serdang Sumut diamankan di Polrestabes Palembang.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/ANDYKA WIJAYA
Modus pengobatan alternatif, Kurniawan menguras harta korban puluhan juta. Pelaku adal Deli Serdang Sumatera Utara diamankan di Polrestabes Palembang. 

Lalu pelaku mengajak korban untuk makan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

Sesampai di rumah makan tersebut, pelaku bilang hendak ke kamar kecil, saat itu lah pelaku langsung kabur dengan mengunakan ojek.

Apesnya setelah dicari-cari korban tidak bertemu. Pelaku dilihat korban sedang menumpang ojek.

Saat itu lah tidak mau buat waktu, korban berteriak jambret, jambret.
Alhasil mengundang warga, spotan, saat pelaku melintas di pos air mancur Jalan Sudirman, pelaku langsung dikejar warga dan petugas Sat Lantas Polrestabes, Palembang.

Pelaku pun akhirinya jadi bulan-bulan warga dan langsung diamankan ke Polrestabes, Palembang.

"Awalnya, teman anak saya yang mengenalkan kami dengan pelaku. Katanya pelaku bisa mengobati alternatif. Lalu pelaku main ke rumah dan mengobati saya dengan doa dan minum air gogan. Alhamdulillah saya sembuh," ungkap Neli.

Lanjutnya, berlanjut karena percaya pelaku ini kembali mengatakan, bahwa ada harta Karun di belakang rumah kami.

Namun untuk menariknya, kami harus mengikuti ajak pelaku untuk pergi ke beberapa kota, salah satu kota Banten untuk mengunjungi makam syeh disana.

"Kamu turuti pak. Mungkin total untuk pengobatan sekitar Rp 25 juta dan pergi jalan-jalan mengunjungi makam makam tersebut," katanya sembari mengobati suaminya, anak, kakak suaminya dan suami kakaknya.

Sesampai di Palembang lagi, sambung Neli, rupanya kotak-kotak harta harum tersebut sudah disimpakan oleh pelaku dan dibuat.

"Kotak-kota itu sudah dibuat Pak dan siapkan. Kamu juga yang diminta untuk beli isinya, seperti kendi, bantal, gembok dan lain lain. Namun kamu yang disuruh untuk menebus kotak itu sebesar Rp 1 miliar lebih. Dan nanti jika dibuka akan berisikan emas, yang lain-lain, " bebernya.

Namun, korban dan keluarga sudah curiga.

"Kami tolak, Pak. Ketika kami tolak pelaku bilang ada yang mau membelinya seorang Cina. Namun ia tidak bisa mengantar melainkan saya dan keluarga disuruh mengatakan. Selain itu ada infak yang harus dibayar Rp 750 ribu," ungkapnya.

Apesnya, saat uang sudah diberikan, dan, lebih jauh Neli mengatakan, saat sedang makan, rupanya pelaku hendak kabur dan izin hendak buang air besar.

"Pas makan pelaku ini bilang izin hendak buang air besar pak. Saat ditunggu-tunggu pelaku ini tidak kembali kembali. Dan kami pun mencarinya, saat itulah di kawasan Pos Air Mancur kamu melihat pelaku, saya teriak akhirinya pelaku tertangkap warga dan petugas polisi, " katanya, sambil mengatakan pelaku ini tidur di rumah sekitar 2 minggu

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved