Bupati Muaraenim Ditangkap KPK

Kode Pempek Suap Bupati Muara Enim, Pengadaan Satu Pintu Melalui Orang Kepercayaan

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA-Bupati Muara Enim (non aktif) Ahmad Yani menjadi tersangka suap fee proyek dari pihak swasta

Kode Pempek Suap Bupati Muara Enim, Pengadaan Satu Pintu Melalui Orang Kepercayaan
Tribunsumsel.com/Gandi
Petugas KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menggeledah rumah Bupati nonaktif Muaraenim, Ahmad Yani (AY) yang berada di Palembang, Rabu (4/9/2019) malam. 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA-Bupati Muara Enim (non aktif) Ahmad Yani menjadi tersangka suap fee proyek dari pihak swasta.

Ahmad Yani bersama tiga orang lain yang terlibat telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Orang-orang yang dicurigai terlibat praktik suap Bupati Muaraenim, Sumatera Selatan, Ahmad Yani, menggunakan kode atau sandi tertentu untuk menyamarkan aksinya.

Satu kode yang digunakan adalah 'Pempek'.

Kode tersebut digunakan saat penyerahan uang 35.000 Dollar AS di sebuah restoran mie ayam di Palembang.

"Ada kode 'Pempek, diduga terkait dengan penyerahan uang," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah kepada Tribun, Kamis (6/9/2019).

Jejak Penyuap Bupati Muarenim Robi Okta Fahlefi, Banyak Bikin Cemburu Pemborong (Eksklusif)

Tim penindak KPK menangkap empat orang dalam OTT di Palembang dan Muara Enim pada Senin, 2 September 2019.

Kepala Bidang pembangunan jalan dan PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin Muhtar, ditangkap, usai menerima uang diduga bagian suap sebesar 35.000 Dollar AS dari pemilik PT Enra Sari, Robi Okta Fahlefi, di sebuah restauran di Palembang.

Staf dari pengusaha Robi, Edy Rahmadi, juga turut diamankan.

Sementara, Bupati Muara Enim, Ahmad Yani, ditangkap petugas KPK di kantor Bupati Muara Enim.

Halaman
123
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved