Berita Palembang

Ibu di Palembang Laporkan Anak Kandung ke Polisi, Ia Kesal dan Tidak Tahan Perilaku Anaknya

Hilli warga Jalan Ki Merogan, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati ini, sudah tidak tahan lagi pada perilaku anak kandungnya sendiri

Ibu di Palembang Laporkan Anak Kandung ke Polisi, Ia Kesal dan Tidak Tahan Perilaku Anaknya
Net
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Kesal pada perilaku anak, padahal sudah dinasihati berkali-kali tapi tak kunjung berubah.

Hili Filaini (34), seorang ibu rumah tangga mendatangi Sentra Pelayanakan Kepolisisan Terpadu Polresta Palembang, Kamis (6/9/2018) petang untuk melaporkan anak tertuanya berinisial 'MAR' (16).

Hilli warga Jalan Ki Merogan, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati ini, sudah tidak tahan lagi pada perilaku anak kandungnya sendiri.

Baca: Larut Dalam Asmara, Motor Wanita ini Dibawa Kabur Pacarnya Sendiri, Baru Sebulan Kenal Dia

Baca: Herman 3 Tahun Lumpuh Akibat Jatuh dari Pohon Petai, Kini Sang Istri Cari Nafkah Jadi Buruh Karet

Baca: Buktikan Omongan Bantu Pemerintah, Sandiaga Uno Pamer Uang Rupiah, Berapa M Tukar Dollarnya ?

Dihadapan petugas, Hili menceritakan, perilaku diluar batas yang setiap hari ditunjukan anaknya itu diduga disebabkan karena 'MAR' sudah sangat ketergantungan dengan narkoba.

"Selain suka nyabu, anak saya yang putus sekolah sejak kelas 4 SD ini juga kerap mengkonsumsi lem aibon. Jika ia tak memiliki uang, anak saya mencuri barang-barang di rumah seperti tabung gas, HP, TV dan sejumlah elektronik lainnya. Barang itu, ia jual dan uangnya ia belikan sabu dan lem buat ia mabuk," ujarnya.

Tak hanya mencuri dirumah sendiri, lanjut ibu ini, anaknya juga sering melakukan pencurian di rumah-rumah tetangga.

Baca: Ratusan Warga di Lahat Beri Waktu 5 Hari Bagi Perusahaan Batubara PT BAU Beroperasi di Lahan Adat

Baca: Pembukaan CPNS Hitungan Hari Lagi, 3 Tahapan Harus Dipersiapkan Kalau Mau Lulus

Baca: Ahok Akan Nikahi Polwan Mantan Ajudan Veronica, Djarot Andil Besar Jadi Mak Comblangnya

Banyak tetangga yang geram akan ulah anak tidak tahu diuntung ini.

"Tetangga selalu mengadu kepada saya, jika rumahnya sering dimalingi oleh anak saya, tetangga masih menolerir karena memandang saya."

"Saya sudah tidak tahan lagi, makanya saya lebih memilih anak saya dipenjara dibanding dia selalu meresahkan tempat tinggalnya," jelasnya.

Terlapor ini, dijelaskan ibunya juga kerap melakukan penganiayaan jika kemauannya tidak dituruti.

Baca: Produk UKM Sumsel Mulai Dikenal, Ini Saran Konsulat Jenderal Indonesia Supaya Tembus Pasar Global

Baca: Harga Bahan Pokok Memasak Ini Paling Berdampak dari Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Baca: Erick Thohir Ketua Tim Jokowi, Ketua DPP PKS Tanggapi Keren

"Anak saya selalu memaksa jika meminta uang kalau tidak dikasih anak saya mengamuk dan menghancurkan barang barang dirumah."

"Saya harus bagaimana lagi menghadapi dia, saya memilih melaporkannya kepolisi karena berharap dia bisa berubah,"

"Anak saya itu sudah dua kali direhabilitasi akan ketergantungan pengaruh lem memabukan tapi lari," ungkapnya.

Kasubag Humas Polresta Palembang, AKP Andi melalui KA SPKT, Ipda Rudiansyah membenarkan adanya laporan orang tua melaporkan anak kandungnya tersebut.

"Laporan sudah diterima dan segera akan ditindaklanjuti. Sebelumnya ibu tersebut sudah dijelaskan jika yang ia laporkan itu anak kandungnya sendiri namun ibu itu bersikukuh tetap ingin melaporkan anaknya," tutupnya

Penulis: Tiara Anggraini
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help