Berita Lahat

Ratusan Warga di Lahat Beri Waktu 5 Hari Bagi Perusahaan Batubara PT BAU Beroperasi di Lahan Adat

Jika dalam waktu lima hari belum ada pergantian kami minta distop. Warga tiga desa akan kembali rapat mengenai hal tersebut

Ratusan Warga di Lahat Beri Waktu 5 Hari Bagi Perusahaan Batubara PT BAU Beroperasi di Lahan Adat
Sripo/ Ehdi Amin
Warga Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Kamis (6/9/2018) menggelar aksi damai di areal tambang batubara milik PT Bara Alam Utama (BAU). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT–Ratusan warga Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Kamis (6/9/2018) menggelar aksi damai di areal tambang batubara milik PT Bara Alam Utama (BAU).

Aksi tersebut dilatari dugaan penyerobotan lahan adat Himbe Kemalau milik warga tiga Desa yakni Ulak Pandan, Lebak Budi dan Negeri Agung, Kecamatan Merapi Barat, Lahat.

Dikordinatori Wansyah, ratusan warga masuk areal tambang menggunakan kendaraan roda empat dan langsung menuju ke lahan yang diduga diserobot.

Baca: Pembukaan CPNS Hitungan Hari Lagi, 3 Tahapan Harus Dipersiapkan Kalau Mau Lulus

Baca: Ahok Akan Nikahi Polwan Mantan Ajudan Veronica, Djarot Andil Besar Jadi Mak Comblangnya

Setelah itu, warga menuju kantor PT BAU untuk menyampaikan aspirasinya.

Dalam orasinya, warga tidak terima atas keputusan sepihak perusahaan yang menyerobot tanah tersebut.

"Tanah yang digarap itu merupakan tanah adat milik warga tiga desa. Tapi kini sudah diserobot oleh pihak perusahaan, "tegasnya, dihadapan pihak perusahaan, warga dan aparat yang mengamankan jalanya aksi.

Warga Ulak Pandan  akan kembali melakukan musyawarah desa lantaran belum adanya penyelsaian dari pihak perusahaan.

Baca: Produk UKM Sumsel Mulai Dikenal, Ini Saran Konsulat Jenderal Indonesia Supaya Tembus Pasar Global

Baca: Nilai Tukar Dolar Terhadap Rupiah Capai Rp 15.000, Petani Kopi di Sumsel Diuntungkan

Warga sendiri memberikan waktu lima hari untuk beraktifitas dilahan yang diserobot tersebut.

Jika belum ada pergantian, perusahaan di minta setop dahulu beraktifitas.

"Lima hari ini kita persilahkan untuk menggarapnya. Namun jika dalam waktu lima hari belum ada pergantian kami minta distop. Kami warga desa sendiri akan kembali rapat mengenai hal tersebut, "tegasnya.

Sementara, Pihak perusahaan PT BAU yang diwakili Once mengungkapkan, perusahaan berani menggarap lahan di wilayah Himbe Kemalau lantaran sudah ada kesepakatan dengan waega pada tahun 2015, dengan mengganti Rp 5 miliar untuk warga tiga desa yakni Ulak Pandan, Desa Lebak Budi dan Desa Negeri agung.

Namun, diakui Once untuk warga Desa Ulak Pandan sendiri belum direalisasikan dengan alasan karena belum ada tim yang menerima dana tersebut.

"Ya memang satu desa belum sebab belum ada tim yang bisa menerima yang pergantian tersebut, "ujarnya.

Sementara, pantauan di lapangan aksi berjalan damai. Setelah melakukan aksi, warga bubar dengan kondusif. Pihak keamanan baik TNI maupun Polri turut memantau jalanya aksi. (SP/Ehdi Amin)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help