TOPIK
Suap Musi Banyuasin
-
Sehingga JPU KPK terus mencecarnya hingga kesaksiannya yang diberikannya dipertanyakan JPU.
-
Agenda hari ini, JPU KPK masih menghadirkan saksi yang mengetahui adanya penyuapan terhadap seluruh anggota legislatif di Muba.
-
Menurut kuasa hukum masing-masing sejauh ini semua saksi yang dihadirkan JPU KPK telah meringankan para kliennya.
"Tidak lagi (saksi meringankan).
-
Hal ini dijelaskan Taufiq Ibnugroho, JPU KPK usai persidangan. Menurutnya usai persidangan ini timnya akan mempersiapkan surat tuntutan untuk kedua te
-
Penyesalan ini diungkapkan Syamsudin Fei saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang Jalan A Rivai.
-
Syamsudin Fei, Kepala DPPKAD Musi Banyuasin (Muba) membongkar adanya uang komitmen
-
Kali ini terdakwa Bambang Karyanto dan Adam Munandar selaku pihak legislatif yang menerima suap menjadi saksi
-
Sama halnya seperti Bambang Karyanto, Adam juga mengakui adanya transaksional dalam pengesahan APBD. Dirinya selaku ketua fraksi Partai Gerindra saat
-
Dari dakwaan JPU, sebelum tertangkap tangan para 45 anggota DPRD Muba telah menerima uang panjar suap sebesar Rp 2,65 miliar.
-
Dari dakwaan JPU, sebelum tertangkap tangan para 45 anggota DPRD Muba telah menerima uang panjar suap sebesar Rp 2,65 miliar.
-
Bambang Karyanto, saksi yang juga terdakwa mengatakan pemberian uang suap juga dilakukan di pembahasan APBD 2014.
-
Dari dakwaan JPU, sebelum tertangkap tangan para 45 anggota DPRD Muba telah menerima uang panjar suap sebesar Rp 2,65 miliar.
-
Sebelum tertangkap tangan para 45 anggota DPRD Muba telah menerima uang panjar suap sebesar Rp 2,65 miliar. Uang ini bersumber dari istri bupati.
-
Yeni ini adalah kakak dari seorang rekanan proyek di Dinas PUCK yang mendapatkan proyek pengerjaan pembangunan pesantren di Sekayu.
-
Hanya saja JPU tidak begitu saja percaya. Setelah dicecar Zainal mengaku uang itu didapat dari Yeni, dosen di universitas swasta di Palembang.
-
Dalam persidangan kasus suap ini Zainal menjadi saksi sebagai pihak eksekutif yang memberikan suap kepada DPRD. PUCK sendiri membantu Rp 500 juta.
-
Pengumpulan uang tersebut atas perintah Bupati Muba Pahri Azhari agar Dinas PUCK dan PUBM urunan mengumpulkan uang.
-
Semua orang di persidangan terdiam
-
Pria yang juga ketua Komisi IV ini mengakui ikut membahas hak interpelasi ke Bupati Muba.
-
Menurut Iwan jika orang yang memberikan uang Rp 50 juta kepada Darwin AH mau dikonfrontir dengan Darwin.
-
Darwin dihadirkan menjadi saksi bagi terdakwa Syamsudin Fei, Faysar, Bambang Karyanto, dan Adam Munandar.
-
Darwin membantah menerima uang suap dari Iwan. Dirinya juga mengaku tidak tahu perihal adanya uang suap untuk pemulusan R-APBD dan LKPJ.
-
Tidak ingin berlama-lama mendengar keterangan Darwin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) langsung memanggil Iwan untuk bersaksi.
-
Darwin yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK merupakan saksi terakhir dari pimpinan DPRD.
-
Berulang kali ditanya saksi tetap kukuh pada pendiriannya tidak tahu untuk apa uang itu dan hanya membagikannya saja.
-
Parlindungan Harahap bersikukuh tidak menerima bagian uang yang dibagikan itu
-
Tanpa berlama-lama JPU KPK langsung mendatangkan Iwan untuk dikonfrontir.
-
Pertanyaan hakim dijawabnya secara santai.
-
Dia juga tahu uang yang dipinjam Syamsudin bakal digunakan untuk diberikan pada DPRD MUBA
-
Syamsudin Fei pinjam uang ke saya dan tahu peruntukannya untuk apa tapi saya tidak tahu Syamsudin bakal mengembalikan uang itu dari mana.