Karhutla Sumsel
Jelang Kemarau 2026, Polres OKU Timur Cek Kesiapan Antisipasi Karhutla di Perkebunan
Polres OKU Timur mengecek kesiapan sarana dan personel di sektor perkebunan strategis dalam mengatasi potensi karhutla.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Polres OKU Timur mengecek kesiapan Karhutla di PT Campang Tiga dan PT LPI.
- Sebanyak 21 embung air dan 16 mobil damkar disiagakan menghadapi musim kemarau.
- Polda Sumsel menegaskan pencegahan Karhutla menjadi prioritas bersama.
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Menjelang musim kemarau 2026, Polres OKU Timur mengecek kesiapan sarana dan personel di sektor perkebunan strategis dalam mengatasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pengecekan dipimpin langsung Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, di dua perusahaan perkebunan besar, yakni PT Campang Tiga dan PT Laju Perdana Indah (LPI).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perusahaan memiliki kesiapan maksimal dalam mendeteksi serta menangani potensi kebakaran lahan sebelum memasuki puncak musim kemarau.
Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi preventif pengendalian karhutla yang terus diperkuat di wilayah Sumatera Selatan.
Di kawasan PT Campang Tiga, Kapolres bersama jajaran meninjau kesiapan 21 titik embung air yang disiapkan sebagai sumber suplai pemadaman ketika terjadi kebakaran.
Selain itu, kondisi menara pantau turut diperiksa guna memastikan sistem deteksi dini titik api dapat berjalan optimal.
Sementara di PT Laju Perdana Indah, pengecekan difokuskan pada kesiapan operasional 16 unit mobil pemadam kebakaran berikut personel lapangan yang bertugas.
Tim juga mengevaluasi penggunaan aplikasi Sipongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memastikan pemantauan hotspot berlangsung secara real time.
Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, mengatakan kesiapan perusahaan menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya kebakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kabut asap dan kerugian ekonomi.
“Pencegahan jauh lebih penting dibanding penindakan setelah kebakaran terjadi. Karena itu, kami memastikan seluruh perusahaan mematuhi SOP pengelolaan lahan tanpa membakar,” ujar AKBP Adik Listiyono, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, pengawasan rutin juga menjadi bentuk dukungan Polri terhadap keberlangsungan sektor perkebunan sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.
Ia juga menyampaikan bahwa pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk perusahaan perkebunan dan masyarakat.
“Kami memastikan seluruh jajaran hadir memberikan asistensi dan pengawasan untuk mencegah kebakaran lahan yang dapat merugikan masyarakat maupun negara,” pungkasnya.
Pengecekan kesiapsiagaan karhutla tersebut berlangsung hingga malam hari dalam situasi aman dan kondusif.
Polda Sumsel memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala selama musim kemarau guna menjaga stabilitas lingkungan dan keamanan wilayah.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| 34 Hotspot Muncul di Sumsel Pada Awal Juni 2026, Muara Enim Terbanyak |
|
|---|
| Semak Belukar Mulai Terbakar, Warga Lubuklinggau Diimbau Siaga Karhutla, ini Wilayah Rawan Kebakaran |
|
|---|
| Tercatat Ada 542 Hotspot di Sumsel Selama Bulan Mei 2026, Lahat Tertinggi |
|
|---|
| Kebakaran Lahan Terjadi di Dekat Kantor Kejari Ogan Ilir, Kobaran Api Ancam Para Pengendara |
|
|---|
| 3 Daerah di Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla, BPBD Usulkan 10 Helikopter untuk Penanganan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Jelang-Kemarau-2026-Polres-OKU-Timur-Cek-Kesiapan-Personel-dan-Sarana-Karhutla-di-Sektor-Perkebunan.jpg)